“Kami Terpaksa Beli BBM di Pengecer”

 219 total views,  2 views today

• Bensin Eceran Rp 10 Ribu per Liter

EMPAT LAWANG – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) langsung direspon sepihak oleh sejumlah pedagang eceran di wilayah Kabupaten Empat Lawang. Kios bensin eceran di jarak dibawah 10 kilometer dari Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) Tebing Tinggi, mematok harga Rp 10 ribu perliter.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera dilapangan, kenaikan harga eceran BBM dilakukan sepihak oleh pengecer. Karena, sejauh ini belum ada ketetapan harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah, sejak diumumkannya kenaikan harga BBM rata-rata Rp 2000 perliter untuk jenis premium dan solar. Sebagian besar kios pengecer terdekat dari SPBU harga per liter mencapai Rp 10 ribu, sedangkan kios BBM eceran luar kecamatan atau berjarak lebih dari 10 kilometer, sudah mematok harga bensin Rp 12 ribu perliter.

Seperti diungkapkan JN (35) pengecer BBM di Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, dirinya menaikkan harga eceran bensin Rp 10 ribu perliter sejak adanya pengumuman kenaikan dari presiden RI. Menurut dia, karena kenaikan di SPBU Rp 2000 perliter, maka pengecer pun mengikuti kenaikan yang sama. “Sebelum kenaikan kami biasa jual Rp 8 ribu perliter, ikut naik jadi Rp 10 ribu perliter,” kata JN, kemarin (18/11).

Lain halnya disampaikan Imran (40) sopir angdes Tebing Tinggi-Pendopo mengakui, di Desa Ujung Alih Kecamatan Tebing Tinggi, harga BBM eceran mencapai Rp 12 ribu perliter. Diakuinya, kemungkinan karena jarak dari desa itu ke SPBU lebih dari 10 kilometer maka kenaikan harga eceran dipatok lebih tinggi.

“Kan baru semalam naiknya, kok di eceran sudah ikut naik. Padahal rata-rata pengecer masih stock BBM lama,” cetusnya.

Dia berharap, ada kebijakan HET dari pemkab Empat Lawang agar pengecer tidak asal mematok harga. Sebab di Empat Lawang kan cuma ada dua unit SPBU di Tebing Tinggi dan Pendopo, harus dipikirkan juga sistem harga bagi konsumen di kecamatan lainnya.

“Kami terpaksa ngisi BBM di pengecer, kalau ke SPBU jaraknya jauh. Kalau bisa ada kebijakan HET sesuai dari pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu Anggota DPRD Empat Lawang Komisi III, Windra Safri mengakui, kekhawatiran masyarakat ada spekulasi kenaikan harga BBM dilakukan pengecer. Oleh sebab itu sebutnya, pemkab Empat Lawang dalam hal ini Disperindag segera melakukan penilaian agar menetapkan HET bensin dan solar di pengecer.

Mewakili dapil IV notabene wilayahnya belum memiliki SPBU, Safri menyadari kebutuhan BBM cukup sulit didaerahnya, karena sebagian besar masyarakat mengisi bahan bakar di pengecer.

“Ya Disperindag mitra komisi III, nanti kita koordinasikan agar secepatnya menetapkan HET bensin dan solar,” jelas Safri menambahkan, kebijakan HET harus memihak ke masyarakat, tetapi para pedagang eceran juga jangan sampai dirugikan. Dengan kata lain, ada keseimbangan tepat dan sesuai.

 

TEKS     : SAUKANI
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster