Ditreskrimsus Polda Sumsel Bekuk Penimbun BBM

 66 total views,  3 views today

PALEMBANG – Sebelum kenaikan bahan bakar minyak (BBM) diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia, pihak kepolisian sudah mengantisipasi bagi oknum-oknum yang akan melakukan penimbunan BBM. Alhasil Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil meringkus seorang pelaku penimbunan BBM bersubsidi tersebut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini tersangka bernama Fery Yonek (31), warga Jalan Palembang Jambi KM 105, Lorong Abadi, Dusun IV, Desa Sukamaju Babat Supat Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendekam di balik jeruji penjara Polda Sumsel.

Tersangka ditangkap Senin (17/11) pukul 23.00 WIB, saat itu ia kedapatan menyimpan enam ribu liter solar. Solar tersebut diisi di salah satu SPBU di sekitar kediaman Fery. Fery diamankan petugas saat sedang berada di rumahnya.

Dikatakan Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Purwatmo, melalui Kanit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Polisi (Kompol) Tito Dani, penangkapan ini merupakan hasil patroli yang digelar Ditreskrimsus Polda Sumsel di sejumlah kawasan di Sumsel.

Dari patroli inilah, kediaman Fery digerebek dan didapati keberadaan timbunan BBM jenis solar. “Solar subsidi diduga diisi di SPBU. Tentunya, kita akan koordinasi dengan instansi terkait terhadap mekanisme pengisi BBM menggunakan jeriken. Jika memang pengelola SPBU menyalahi aturan, akan kita proses,” kata Dani.

Dari tangan Fery, beber Dani, aparat berhasil menemukan solar berjumlah total 4.350 liter solar. Rinciannya, dua ribu liter di dalam lima tedmond yang masing-masing berkapasitas satu ton dan 2.350 liter di dalam 45 drum. Semua barang bukti berada di bak mobil pick-up yang ditutupi terpal.

Dari segelintir keterangan yang sudah didapat dari Fery, masih kata Tito, diketahui solar-solar itu ia isi dengan menggunakan dua unit mobil pick-up.

Nantinya, solar akan dijual ke sejumlah perusahaan swasta ataupun industri. Masih didalami apakah Fery memang pemilik atau sekadar menjalankan perintah dari pemilik aslinya. “Kita juga akan mencari tahu perusahaan atau industri mana yang sudah membeli solar dari Fery. Untuk Fery, kita jerat pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang migas,” pungkas Tito.

Terpisah, Alicia Irzanova mengatakan memang dibenarkan membeli BBM subsidi menggunakan alat semacam jeriken. Namun, si pemilik jeriken harus membawa surat izin yang dikeluarkan SKPD setempat.

Tanpa surat itu, pihak SPBU seharusnya tidak mengisikan BBM kepada warga yang menggunakan jeriken. “Dari Pertamina ada tim yang mengawasi seluruh SPBU. Kita juga koordinasi dengan aparat kepolisian,” tukas Alicia.

 

TEKS    : Oscar Ryzal

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster