Direktur RSSA Lubuklinggau : Petugas Jangan Tidur Saat Bertugas

 272 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Kondisi fisik Rumah Sakit Siti Aisyah saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya,dana peningkatan fasilitas terus digelontorkan Pemkot Lubuklinggau,karena itu pelayanan masyarakat harus dinomor satukan oleh rumah sakit daerah ini. Untuk meningkatkan pelayanan masyarakat tersebut, selain fasilitas yang memadai,petugas rumah sakit baik dokter maupun perawat harus bekerja dengan baik.

Direktur RS Siti Aisyah Lubuklinggau,H Mast Idris saat diwawancara Kabar Sumatera, usai peringatan puncak HKN ke-50, Selasa (18/11) meminta kepada para petugas rumah sakit agar bekerja dengan baik serta menerapkan pola pelayanan Senyum.

Ia meminta agar masyarakat melaporkan kalau mendapati petugas malam yang tidur saat bertugas,dan pihaknya akan memberikan sanksi kepada petugas tersebut.

Dia berharap siapa saja yang melapr, dapat memberikan laporan yang valid diruang mana,jam berapa dan kapan petugas tersebut tidur, setelah itu pihaknya akan melakukan investigasi, kalau memang terbukti tidur menjadi kebiasaan,maka akan diberi sanksi.

“Kita bagian dari petugas dan aparat memberikan pelayanan kepada masyarakat, supaya negeri ini sehat baik fisik maupun mental,untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.moto kita saat ini adalah memberikan Layanan Prima Bersahabat,”jelasnya

Adapun sanksi tegas yang akan diberikan yakni tergantung tingkat kesalahan kalau berulang tidur akan diberikan sanksi tegas berupa teguran lisan,tertulis tiga kali,ataupun mutasi.

“RS Siti Aisyah terus berupaya meningkat pelayanan, selain pembangunan fisik yang sekarang sudah bisa kita lihat perbedaanya dengan sebelumnya, pelayanan dan pola senyum harus diberikan kepada masyarakat,”kata dia.

Siti Aisyah telah memiliki dokter spesialis tetap penyakit dalam 1, paru-paru 1, bedah 1, kandungan 1 dan pinjaman atau tamu, dokter anak,bedah.Sedangkan perawat sebanyak 147 orang, dan dokter umum 15 , gigi 3, ruangan perawatan 130 tempat tidur, satu IGD, ICU.

Disamping itu, RS Siti telah dibentuk juga Badan Amal medis,dimana hasil jasa inilah atau insentif seluruh pegawai dambil 2 persen poleh BAM yang diketuai Nasrowi.

Tujuan adanya BAM untuk memberikan santunan 1 juta kepada karyawan yang mendapat musibah istri atau suami meninggal, kalau mertua/orang tua meninggal Rp 500 ribu, pegawai melahirkan Rp 200 ribu, kalau sakit Rp 200 ribu,serta menikah Rp 200 ribu.

“Kemudian kita menerapkan program Senyum, tarik pipi kiri dan kanan, tahan selama 7 detik, saya harap semuanya bisa melakukan itu kepada masyarakat,”harapnya.

Untuk diketahui, Pelaksanaan HKN ke-50 di RS Siti Aisyah bertujuan mengingatkan bahwa ada hari besar kesehatan dimana dulu digebrak oleh Soekarno. Pihak rumah sakit melaksanakan berbagai lomba, seperti tenis meja, tarik tambang, dan joged.

 

TEKS       : SRI PRADES
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster