Dampak Kenaikan BBM, Ongkos Angkot di OI Naik Rp1000

 193 total views,  2 views today

INDERALAYA – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), jenis premiun dan solar senilai Rp2.000 perliter, berimbas pada kenaikan tarif angkutan umum di Kabupaten Ogan Ilir (OI), meski belum resmi diberlakukan. Kenaikan tarif tersebut senilai Rp1.000,- berlaku bagi semua lapisan masyarakat.

Alhasil, banyak pengguna angkutan umum, mahasiswa dan pelajar terkejut dengan kenaikan tersebut.

Andi (25), warga Inderalaya mengatakan, dirinya terkejut dengan kenaikan tarif angkot lantaran tidak ada pengumuman sebelumnya.

“Kaget aja Mas. Biasanya jarak dekat Rp3.000, sekarang naik jadi Rp 4.000. Tapi kok ga ada pengumuman awal,” ungkapnya kemarin.

Ia menambahkan, dirinya sebenarnya memaklumi jika harga BBM naik berlaku Selasa (kemarin). Namun, seharusnya, adanya pemberitahuan awal terkait kenaikan tarif tersebut.

Ayu (28), Ibu rumah tangga, mengaku keberatan dengan kenaikan sebesar Rp1.000 oleh sopir angkot.

“Naik boleh saja pak, tapi jangan mahal-mahal, kalau Rp1.000, bagi saya sangat berat,” tuturnya.

Hal senada juga dilontarkan seorang mahasiswa Unsri, Andi menurutnya, dirinya masih tetap membayar Rp2.000 dari Persada ke Kampus Unsri.

“Memang dipinta Rp3.000 oleh sopir, tapi saya ngotot tetap bayar Rp2.000 sebelum adanya kepastian dari pemerintah terkait ongkos anggkot ini,” singkatnya sembari berlalu.

Dedi, sopir angkot mengatakan, kenaikan ongkos sudah menjadi kesepakatan pihaknya sebagai sopir angkot. Menurutnya, sejak ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akan kenaikan BBM, pihaknya bersama sopir lain sepakat menaikkan tarif angkot.

“Sebelumnya ongkos kita tarik Rp3.000 untuk umum, Rp2.000 untuk pelajar dan mahasiswa. Sekarang kita naikkan Rp1.000 semua. Umum Jadi Rp4000, mahasiswa dan pelajar, jadi Rp3.000,” tuturnya.

Dirinya mengakui, belum ada instruksi dari pemerintah untuk menaikan ongkos angkot. “Kalau nunggu pemerintah kita rugi pak, sekarang aja harga BBM sudah Rp8.500, naik Rp2.000 per-liter. Secara otomatis, kita juga menaikkan tarif angkot,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Drs Mutarsyah melalui Kepala Bidang (Kabid) LLAJ, Aprizal mengaku, baru hari Kamis mendatang akan menggelar pertemuan dengan pihak-pihak terkait, masalah kenaikan BBM ini.

“Nanti semuanya kita undang, Disperindak, Pasar, Organda, LSM, wartawan, dan pihak-pihak terkait lainnya, rencananya pertemuannya di kantor Dishub,” ujarnya.

Disinggung, bagaimana dengan adanya sopir angkot yang sudah melakukan kenaikan ongkos angkot secara sepihak sebesar Rp1.000. Pria yang akrab disapa Rizal ini, tidak banyak komentar.

“Boleh-boleh saja, kalau mereka (sopir angkot red) ingin menaikan tarif, tapi harus sesuai, hanya sebesar 20 persen atau Rp500. Ya, jangan lebih dari itu. Pastinya, kita lihat keputusan pertemuan nanti,” tukasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, Senin malam dan berlaku Selasa.

BBM jenis premium yang sebelumnya Rp6.500 menjadi Rp 8.500 perliter. Sedangkan jenis Solar dari Rp 5.500, menjadi Rp 7500 perliternya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster