BBM Naik, Harga Sembako Merangkak

 272 total views,  2 views today

Ilustrasi SPBU | Dok KS

Ilustrasi SPBU | Dok KS

PALEMBANG – Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok. Dari hasil pantauan Harian Umum Kabar Sumatera di Pasar Induk Jakabaring beberapa kebutuhan pokok mengalami masyarakat mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kepala Pasar Induk Jakabaring, Abdul Qadir yang diwakili Kabag ADM Umum Pasar Induk Jakabaring, Bambang Kusnaidi mengatakan, sejak pengumuman kenaikan BBM semalam harga kebutuhan pokok seperti cabe mengalami kenaikan. Untuk cabe merah sebelumnya di jual dengan harga Rp 60 ribu kg menjadi Rp 64 ribu kg, cabe merah keriting Rp 65 ribu kg menjadi Rp 70 ribu kg, dan cabe rawit Rp 42-43 ribu kg menjadi Rp 45 ribu kg.

“Tak hanya cabe yang mengalami kenaikan, namun harga sayur-sayuran juga mengalami kenaikan, seperti wortel dari Rp 4000 menjadi Rp 4500, kentang Rp 6000 menjadi Rp 6500, kol Rp 2000 menjadi Rp 2500, dan daun bawang Rp 2000 menjadi Rp 2500,” katanya, Selasa (18/11).

Untuk harga bawang saat ini masih stabil seperti harga bawang merah Rp 15 ribu kg dan bawang putih Rp 12 ribu kg.

“Namun diprediksi pada malam ini harga sayur-sayuran juga akan mengalami kenaikan dikarenakan mobil-mobil yang membawa barang ini juga ikut menaikan ongkos jalannya,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk stok bahan pokok di Pasar Induk Jakabaring ini perhari mencapai 300 ton. Jadi cukup untuk memenuhi pasar-pasar yang ada di Sumatera Selatan.

“Di luar bahan pokoknya didatangkan dari pulau Jawa, namun ada juga dari petani yang ada di Sumsel seperti Banyuasin, Indralaya, dan Pagar Alam,” tutupnya.

Sedangkan pedagang beras di Kawasan Pasar Induk Jakabaring, Jefri mengungkapkan, dengan naiknya harga BBM tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan beras, hal ini dikarenakan harga beras sudah mengalami kenaikan sejak dua minggu yang lalu.

“Naiknya BBM tidak terlalu berpengaruh, karena harga beras sudah mengalami kenaikan sejak dua minggu yang lalu. Saat ini harga beras seperti selancar Rp 188 ribu kg,” katanya.

Dirinya menyayangkan dengan langkah pemerintah menaikan harga BBM. Sebab langkah pemerintah tidak seimbang dengan harga komuditi seperti karet dan sawit yang sangat ini mengalami penurunan.

“Dengan naikannya harga BBM ini akan membuat masyarakat semankin terpuruk karena keperluan biaya hidup terus mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, penjual nasi yang berada di kawasan Makam Pahlawan, Yuli mengungkapkan, naiknya BBM sangat berimbas kepada penjual nasi seperti kami ini. Hal ini dikarenakan bahan-bahan keperluan untuk memasak seperti cabe, bawang, ayam, dan sayur-sayur mengalami kenaikan.

“Dengan naiknya harga BBM ini otomatis kita juga akan menaikan harga nasi misalnya, Nasi Ikan yang sebelumnya Rp 9000 menjadi Rp 10.000, nasi ayam Rp 12.000 menjadi Rp 14.000,” ujarnya.

 

TEKS      : AMINUDDIN
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster