BBM Naik, Berantas Mafia Migas !

 347 total views,  4 views today

Antrian Panjang disalah Satu SPBU yang Ada di Kota Palembang. | Bagus Kurniawan

Antrian Panjang disalah Satu SPBU yang Ada di Kota Palembang. | Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Sebagai organisasi yang lahir dari gabungan para relawan pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) semasa Pilpres lalu, Jaringan Nasional Indonesia Baru (JNIB) memang mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Usai menaikkan tarif BBM sebesar Rp 2.000, JNIB Sumsel berharap agar pemerintah pusat segera melakukan pemberantasan terhadap mafia migas yang selama ini sangat merugikan bangsa dan seluruh rakyat Indonesia dan dapat membuat program peduli rakyat dari sisi lain.

Plt JNIB Sumatera Selatan (Sumsel) Ahmad Marzuki, Selasa (18/11) mengaku, pihaknya sama sekali tidak mempermasalahkan dan malah mendukung kebijakan yang diambil Presiden. Meskipun dibalik dukungan itu ada harapan lain diinginkan JNIB Sumsel.

“Kenaikkan BBM yang dilakukan pemerintah pusat sangat kami (JNIB Sumsel) dukung. Tetapi jangan lupa agar mafia migas segera diberantas,” kata Marzuki.

Dilanjutkannya, JNIB Sumsel, memang tidak sepenuhnya mendukung kebijakan yang dilakukan pemerintah. Sebagai organisasi pengawal pemerintahan, JNIB tetap melakukan kritik seandainya ada penyimpangan dari kebijakan yang diambil pemerintah masa kepemimpinan Jokowi tersebut.

“Kami akan terus mengikuti perkembangan program pemerintah dan apabila kami rasakan itu belum optimal kami akan menyuarakan dan memberikan surat langsung pada Jokowi. Dan jika tidak ada respon, kami akan turun kejalan,” tegasnya.

JNIB Sumsel pula menghibau kepada seluruh lapisan masyarakat agar menyikapi kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dengan bijak dan berharap agar masyarakat tetap tenang serta tidak menimbulkan reaksi keras yang malah akan berdampak pada kerugian lebih besar.

“Kita percayakan saja apa yang menjadi program pemerintah untuk kepentingan rakyat. Pemerintah tentu tau dengan program yang dijalankan,” harapnya.

Alasan JNIB sama sekali tidak mempermasalahkan kenaikan terhadap BBM karena dinilai selama ini hanya bersifat konsumtif. Sementara Indonesia yang pula membutuhkan infrastruktur juga membutuhkan dana besar.

“Subsidi selama ini bersifat konsumtif maka akan lebih baik jika dialihkan terhadap yang lebih bermanfaat (produktif). Subsidi BBM dialihkan ke infastuktur itu lebih tepat dari pada selama ini subsidi hanya menjadi asap,” pungkas Marzuki.

 

TEKS      : ARDHY FITRIANSYAH
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster