1.500 Lampu Jalan Telan Dana Rp 8-10 Miliar

 227 total views,  2 views today

Ilustrasi | Bagus Park

Ilustrasi | Bagus Park

PALEMBANG – Hingga pekan kedua di bulan November ini, pengajuan pemasangan lampu jalan di Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan dan Pemakaman (DPJPP) sudah mencapai ribuan. Tingginya pengajuan tersebut di dasari banyaknya pemekran wilayah di Kota Palembang.

Kabid Penerangan Jalan, DPJPP Palembang, Arbain mengatakan, dari pengajuan masyarakat tersebut, tidak seluruhnya bisa dipenuhi. Karena, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang.

“Permohonan itu tersebar dari 16 Kecamatan di Kota Palembang, dengan persentase pengajuan yang paling tinggi dari Kecamatan Alang-alang Lebar (AAL), Sukarami dan Kalidoni,” ungkapnya, Selasa (18/11).

Menurut Arbain, 3 Kecamatan tersebut merupakan kawasan pengembangan pemukiman. Oleh itulah, mereka yang paling banyak mengajukan. Sementara Kecamatan yang paling sedikit mengajukan permohonan lampu jalan adalah Kecamatan Bukit Kecil.

“Walaupun 3 Kecamatan tersebut paling banyak, bukan berarti kami penuhi semua. Artinya kami akan prioritaskan kawasan yang memang belum pernah mendapatkan lampu jalan,” sebutnya tanpa menyebutkan angka pastinya.

Arbain mengaku, dalam pembahasan APBD Kota Palembang tahun 2015. Pihaknya mengajukan penambahan 1.500 lampu jalan, dengan estimasi anggaran Rp 8-10 miliar.

“Ya, itu yang kita ajukan. Apakah di penuhi DPRD Palembang atau tidak, tunggu saja nanti,”akunya.

Arbain menyebutkan, agar Kota Palembang terang, sedikitnya perlu penambahan sebanyak 10.000-15.000 lampu jalan. Dengan begitu, seluruh kawasan di Palembang bisa terang.

“Tapi, untuk mewujudkan hal itu, tidak bisa secara langsung. Namun harus melalui proses, karena anggaran yang terbatas,”sebutnya.

Arbain menjelaskan, untuk mengaarkan satu titik lampu jalan, pihaknya harus mengeluarkan dana sebesar Rp 9 juta dengan rincian, Rp 5-6 juta untuk tiang dan sisanya untuk lampu serta mengerukan dan pengecoran saat pemasangannya.

“Lampu jalan yang tersebar di Metropolis saat ini sebanyak 28 ribu. Kami berharap, warga dapat lebih bersabar. Mudah-mudahan seluruh wilayah dapat pasilitas lampu jalan,” ulasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Puloketo, Kecamatan Gandus, Andi mengaku, di tempat tinggalnya tidak pernah mendapat lampu jalan.

“Benar semenjak tinggal di sini tahun 2001, tidak pernah dipasang lampu jalan. Padahal disini rawan tindak kejahatan. Kami berharap pemerintah dapat lebih memprioritaskan lokasi rawan kejahatan,” ucapnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE MARSATA PUTRA

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster