Pemkot Palembang Siap Terapkan Wajib SIMDA Berbasis Akrual

 353 total views,  2 views today

PALEMBANG – Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2010, penyusunan laporan keuangan harus menggunakan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) berbasis akrual. Karena, selama ini laporan keuangan di setiap istansi Pemerintahan menggunakan sistem berbasis Kas, yang dianggap kurang transparan.

Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang siap melaksanakan SIMDA. Menurutnya, dengan SIMDA berbasis akrual itu merupakan sistem pelaporan atau penyajian keuangan tepat. Baik disisi penerimaan maupun pengeluaran, karena sesuai dengan transaksi yang disediakan.

“Jadi melalui SIMDA berbasis akrual itu, laporan keuangan lebih akuntabel, lebih bisa dipertanggungjawabkan serta lebih transparan,”ungkapnya, usai acara Bimbingan Teknis (Bimtek) SIMDA 2.7 Berbasis Akrual bagi Pejabat pengelola keuangan dan operasi SIMDA pada SKPD dilingkungan Pemkot Palembang, di ruang Parameswara Sekretariat Daerah (Setda) Palembang, Senin (17/11).

Sambung Harnojoyo, laporan keuangan berbasis akrual dengan operasi SIMDA tersebut sudah harus di terapkan pada laporan anggaran pendapatan dan belanja Daerah (APBD) Kota Palembang Tahun 2015.

“Kami berharap, kedepan laporan keuangan Pemkot Palembang akan lebih baik lagi, karena Tahun 2015 mendatang, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah menggunakan penilaian dengan basis akrual bukan menggunakan basis kas lagi,”ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Palembang, Zulfan menjelaskan, penggunaan SIMDA berbasis Akrual tersebut juga dipertegas dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 Tahun 2013 mengamanatkan standar akutansi pemerintahan berbasis akrual harus diterapkan oleh selurih Pemerintah Daerah (Pemda) di Indonesia, termasuk Kota Palembang.

“Jadi tidak ada terkecuali, semuanya harus gunakan SIMDA berbasis akrual. Untuk memenuhi standarnya, perlu melakukan sosialisasi dan Bimtek kepada seluruh pejabat
pengelola keuangan dan operasi SIMDA pada SKPD di Lingkungan Pemkot Palembang, sehingga Tahun 2015 mendatang sistem itu sudah berjalan baik,”katanya.

Zulfan menjelaskan, jika menggunakan sistem kas yang selama ini diterapkan, seluruh pendapatan baru bisa di akui setalah keluar dari kas tersebut. Sementara dengan SIMDA berbasis akrual walaupun belum masuk ke kas daerah sudah bisa dijadikan pendapatan artinya sudah ada hak untuk mengakui sebagai pendapatan

“Sehingga sudah bisa di ukur estimasinya. Karena walaupun masih perkiraan, sudah ada dasarnya,”tukasnya.

 

TEKS   : ALAM TRIE MARSATA PUTERA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster