Pelanggan Nunggak, PLN Ngeluh

 261 total views,  2 views today

Ilustrasi PLN | Ist

Ilustrasi PLN | Ist

 

 

PALEMBANG – Pihak PT PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB) mengungkapkan keluhannya lantaran tunggakan pelanggan. Menurutnya, hingga akhir 2014 ini jumlah pelanggan PLN WS2JB tercatat mencapai 50 persen yang menunggak atau hampir separuh dari total pelanggan yang angka tunggakannya mencapai Rp153 miliar.

Humas PLN WS2JB, Lilik Hendro Purnomo mengatakan, tingginya angka tunggakan di disinyalir akibat faktor kesadaran pelanggan yang selalu lalai dalam membayar tagihan setiap bulanya. Dikatakannya tingginya pelanggan menunggak juga menjadi penyebabkan terganggunya pelayanan listrik di sejumlah wilayah Sumsel akhir-akhir ini.

“Sebagian besar pelanggan yang menunggak membayar tagihan listrik tertinggi berada dilwilayah Sumsel, dari total 100 persen, 30 persennya berada di Kota Palembang,” kata Lilik saat diwawancarai di kantornya, Senin (17/11).

Dia berujar, akibat tunggakan tersebut, tahun ini pihaknya juga gencar melakukan penagihan untuk mengurangi angka tunggakan. Namun, dalam upayanya mengurangi angka tunggakan, dia menjelaskan PLN masih kesulitan untuk menekan tunggakan mendekati zero atau Rp0. Pihaknya mengaku terus mengupayakan mengurangi angka tunggakan rekening listrik minimal Rp 40 miliar pada tahun ini.

“Sebenarnya kita sudah hati-hati, rambu-rambu pun sudah dibuat, Tapi kita selalu pengalah, pleksibel dan lebih mengutamakan tindakan preventif, persoalannya adalah etika, untuk itu kita meminta para pelanggan yang menunggak berani untuk jujur,” cetusnya.

Namun begitu, pihaknya memiliki keyakinan bahwa target tersebut dapat diraih dengan bebagai program yang terus digulirkan seperti melakukan gempur tunggakan. Selain itu juga dengan membuat jadwal dan mengaktifkan tim biler untuk melakukan penurunan tunggkan khususnya di daerah yang tinggi tunggakannya. Secara intens, PLN tambahnya juga melakukan sosialisasi ketiap daerah dan memberikan surat pemberitahuan pembayaran listrik perbulan, melakukan komunikasi secara verbal.

“Tingginya angka tunggakan pelanggan akan berdampak pada pasokan listrik.Tapi PLN tetap berusaha menjaga pasokan listrik tetap normal. Untuk itu, pihaknya berupaya agar petugas penagihan rekaning dapat menjaga kualitas dan kuantitas pekerjaannya supaya tunggakan pelanggan dapat terus ditekan,” terangnya.

Sementara mengenai gangguan salah satu pembangkit PLN di PLTG Borang, dia mengatakan pihaknya juga telah berupaya maksimal untuk memperbaiki gangguan turbin gas yang menjadi penyebab rusaknya mesin PLTG. Mengingat keberadaan pembangkit PLTG borang cukup vital sebagai pemasok listrik, pihak optimis perbaikan paling lambar akan rampung Feburasi 2014 mendatang sehingga dengan demikian layanan listrik normal kembali.

“Mudah-mudahan Januari tahun depan bisa selesai. Namun, kami mengimbau pelanggan tetap dapat berhemat listrik dan bagi pelanggan hendaknya membayar rekening listrik tepat waktu supaya terhindar dari pemutusan sementara hingga pembongkaran Kwh. Kami pun tidak berharap adanya pemutusan apabila pelanggan membayar listrik sebelum tanggal 20 perbulannya,” katanya.

 

TEKS     : IMAM MAHFUZ

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster