Nyaris Ambruk, SMPN 1 Talang Padang Dipasang Police Line

 254 total views,  4 views today

EMPAT LAWANG – Retaknya bangunan ruang kegiatan belajar (RKB) di SMP Negeri 1 Talang Padang di tanggapi cepat Satuan Reskrim unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Empat Lawang. Kemarin (17/11), dua RKB dibangun dari APBD Empat Lawang 2014 dengan dana sekitar Rp 300 juta tersebut dipasang police line.

Kapolres Empat Lawang AKBP M Ridwan melalui Kasat Reskrim AKP Nanang Supriatna didampingi Kanit Pidkor Ipda Tohirin ketika dikonfirmasi membenarkan, pihaknya sudah memasang garis polisi atau police line di gedung tersebut. Hasil penyelidikan sementara kata Tohirin, belum bisa disimpulkan berapa besar kerugian negara. Namun, pihaknya memastikan, kondisi bangunan cukup memprihatinkan dan berpotensi ambruk.

“Ya sudah kita police Line, kita selidiki dulu penyebab keretakan dan potensi ambruknya gedung tersebut,” jelas Tohirin. Baca Juga : SMPN 1 Talang Padang Terancam Ambruk

Total kerugian kata Tohirin, masih dilakukan perhitungan, sebab total dana yang dipergunakan terhadap bangunan tersebut belum diketahui. Papan proyek pun sudah tidak ada, diduga bangunan sudah serah terima beberapa waktu lalu.

“Untuk itu dalam waktu dekat kita akan memanggil pihak terkait seperti Dinas Pendidikan (Disdik), kontraktor dan pegawasnya,” tegasnya.

Diinformasikan sebelumnya, bangunan SMP Negeri 1 Talang Padang terancam ambruk. Kondisi bangunan mengkhawatirkan, karena berada pada kemiringan tanah cukup tajam dan sudah mulai ada keretakan pada dindingnya. Ironisnya lagi, bangunan dua unit Ruang Kelas Belajar (RKB) tersebut, baru dikerjakan di tahun 2014 ini.

Anggota DPRD Empat Lawang Komisi III bidang Pendidikan dan Kesehatan, Joni Rico menjelaskan, bangunan sekolah di SMP N 1 Talang Padang itu harus diperhatikan secara serius bagi pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan. Jangan sampai bangunan yang berada di posisi kemiringan tanah cukup tajam, dibangun dengan konstruksi pondasi bangunan kecil.

Sehingga potensi terjadinya tanah longsor, bahkan bisa jadi ambruk dan menyebabkan kerugian banyak.

“Ya, sekarang kondisinya sudah terlanjur, karena sudah menelan dana yang tidak sedikit juga. Bangunannya dua lokal RKB, jika tidak salah menggunakan dana DAK atau APBD 2014 ini,” kata Rico menekan kepada Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan untuk betul-betul mengawasi bangunan itu, jadi jangan sekedar duduk manis saja di kantor.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) H Agusni Effendi melalui Kabid Sanpras Elvansyah Muda menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan informasi itu sedari Sabtu kemarin, tim langsung menghubungi kontraktor pelaksananya untuk segera perbaiki. Karena hal itu masih dalam masa pemeliharaan pihak kontraktor. Bahkan tim teknis Sanpras turun ke lapangan untuk memastikan konsultan pengawasnya.

“Yang roboh itu bukan konstruksi pondasi bangunannya, melainkan hanya tembok penahannya saja yang roboh,”kata Elvan menambahkan bahwa bangunan itu bukan menggunakan dana DAK 2014, melainkan dana APBD Empat Lawang yang dilelang.

Diterangkannya, memang bangunan itu berada pada tanah yang miring. Dengan jumlah 2 lokasi ruang kelas belajar. Pada sisi kanan dan kiri bangunan terdapat tanah yang berlebih beberapa meter. Selanjutnya tanah yang lebih itu dibangun lagi tembok penahan. Tujuannya tidak lain untuk menahan jika terjadinya tanah longsor. Sedangkan bangunan gedungnya sudah dipastikan dalam kondisi bangunan yang kuat.

“Jadi yang roboh itu tembok penahannya, bukan pondasi bangunan ataupun bangunannya,” jelasnya.

Evan meyakinkan, bahwa Disdik sudah mengontak pihak kontraktor pelaksana, dan didapatkan informasi dari pihak kontraktor telah menurunkan tukang untuk memperbaikinya.

 

TEKS    : SAUKANI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster