Lima Wilayah di Lubuklinggau Waspada Banjir

 452 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Memasuki musim hujan yang membuat intensitas debit aoir meningkat saat ini warga yang tinggal dibantaran sungai dihimbau waspadai bencana banjir.

Berdasarkan pemetaan Dinas sosial Lubuklinggau, bencana banjir terjadi di lima wilayah yaitu Kelurahan Taba Baru,Marga Bhakti,Margorejo Kecamatan Lubuklinggau Utara I luapan sungai ulu malus, sedangkan Kelurahan Karya Bakti dan Kecamatan Lubuklinggau Timur II luapan sungai mesat dan sungai seni,dan Kelurahan Pasar Pemiri Kecamatan Lubuklinggau Barat II karena luapan sungai Seteki karena penumpukan sampah.

“Kalau didaerah langganan banjir itu seperti Taba Baru,Margorejo dan Margabakti disebabkan pendangkalan dan penyempitan aliran sungai,” kata Kepala Dinas Sosial Lubuklinggau,H Abdullah Matjik melalui Kepala Bidang Bansos,Indra Syafei kepada Kabar Sumatera, Senin (16/11)

Dikatakan Afek sapaan Indra Syafei, Dinsos telah mengintruksikan kepada Tagana untuk memantau lokasi rawan banjir tersebut,serta menertibkan jam piket petugas tagana serta selalu mengecek lokasi dengan pesawat radio.

“Kami menghimbau kepada warga yang berada di bantaran sungai agar waspada banjir, dan waspada tanah longsor dan puting beliung,karena baru-baru ini sudah ada korban puting beliung,” imbuh Afek.

Sementara itu,Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mura mengingatkan masyarakat yang tinggal dipinggiran aliran sungai Kelingi dan Musi untuk waspada banjir. Karena memasuki musim hujan yang sepekan terakhir mulai mengguyur bumi Lan Serasan Sekantenan dengan instensitas cukup tinggi membuat debit air kedua aliran sungai tersebut mulai mengalami peningkatan.

Kepala Seksi Bencana Dinsos Kabupaten Mura, Bambang, di Musi Rawas terdapat tiga daerah yang dianggap rawan banjir akibat luapan sungai Kelingi dan Musi. Yaitu Kecamatan Muara Kelingi meliputi Desa Pulau Panggung, Kelurahan Muara Kelingi dan Desa Bingin Jungut.

Diterangkanya,pihaknya sudah mengelilingi sungai Kelingi dengan sungai Musi,dan memang belakangan ini debit air terlihat alami peningkatanya. Untuk itu diingatkan untuk masyarakat disitu agar waspada banjir, meskipun kondisinya saat ini normal.

Untukk mengantisipasi terjadi banjir pihaknya sudah menyiapkan sejumlah peralatan yang siap diturunkan kapanpun termasuk dengan 27 personel.

Peralatan itu mulai dari tenda, perahu karet dan logistik yang meliputi sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako).

 

TEKS      : SRI PRADES
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster