Karcis Transmusi Banyak Penyalahgunaan

 472 total views,  2 views today

Ilustrasi Trans Musi | Dok KS

Ilustrasi Trans Musi | Dok KS

PALEMBANG – Penggunaan sistem tiket dalam pembayaran menaiki transportasi umum, Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi ternyata rentan di salahgunakan oleh petugas. Untuk menghindari kenakalan-kenalan oknum petugas tersebut, PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) meminta kepada penumpang untuk meminta karcis ketika menaiki BRT Trasnmusi.

“Modus penyalahgunaan itu biasa dilakukan oleh pramugara. Biasanya penumpang tidak di beri karcis, sementara ongkosnya masih tetap ditarik,” ungkap Dirut PT SP2J, Marwan Hasmen, Senin (17/11).

Ucap Marwan, bagi penumpang BRT Transmusi wajib di beri karcis. Karena, berapa banyak karcis yang terjual, akan menjadi tolak ukur pemasukan Transmusi.

“Kalau tidak di beri karcis, bisa saja petugas beralasan penumpang sepi. Padahal ramai, hal itu sama saja korupsi,” sebutnya.

Ia berkata, berdasarkan pengalaman pihaknya tahun 2013 lalu, banyak kecurangan yang dilakukan oleh petugas lapangan terkait karcis tersebut. Ia berharap, pegawai yang baru direkrut tidak melakukan hal demikian.

“Setiap bus sudah kami tempeli stiker berisikan agar penumpang meminta karcis kepada petugas. Tahun lalu banyak kerugian Transmusi akibat penyelewengan setoran karcis,” katanya tanpa menyebutkan pasti berapa besar kerugiannya.

Marwan menyebutkan, pihaknya saat ini tengah melakukan perekrutan kembali petugas untuk posisi sopir dan pramugara. Namun, ada yang telah diterima dan sudah mulai bekerja.

“Perekrutan kembali karyawan Transmusi sebagai bentuk untuk mengindari kenakalan petugas, dulu bukan hanya penyelewengan karcis yang dilakukan petugas. Tapi ada juga pencurian audio dalam bus dan lainnya,” sebutnya.

Tegas Marwan, bagi petugas yang kedapatan menyalahgunakan wewenangannya akan segera di beri sangsi dengan ancaman pemberhentian tidak hormat.

“Itu sudah jadi aturan. Karena, sebelum mereka bekerja di Transmusi, kami sudah sering menghimbau dan memberikan arahan agar bekerja dengan baik, apabila terbukti. Yah di pecat,” tegasnya.

Dia menambahkan, kedepannya pengawasan terhadap petugas lapangan akan lebih diperketat. Karena, tanpa pengawasan kejahatan bisa saja terjadi.

“Pastinya pengawasan akan lebih ditingkatkan lagi, kami harap kedepan Transmusi berjalan sesuai harapan, tanpa adanya aksi mogok kerja lagi,”tukasnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA PUTRA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster