Kapan Jalur Palembang-Inderalaya Selesai ?

 236 total views,  2 views today

Pedagang pempek memanfaatkan kemacetan di Jalur Palembang-Inderalaya untuk menjajakan dagangannya, beberapa waktu lalu. Pelebaran jalur ini wajib direalisasikan dengan cepat, mengingat volume kendaraan yang terus meningkat.  Foto : Bagus Kurniawan/KS

Pedagang pempek memanfaatkan kemacetan di Jalur Palembang-Inderalaya untuk menjajakan dagangannya, beberapa waktu lalu. Pelebaran jalur ini wajib direalisasikan dengan cepat, mengingat volume kendaraan yang terus meningkat. | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sumsel segera menyelesaikan proyek pelebaran jalan lintas Palembang-Indralaya. Bahkan rencananya, tahun depan pembangunan pelebaran jalan itu pun sudah bisa direalisasikan dan dimanfaatkan masyarakat Sumsel.

“Ini proyek milik Balai Besar Jalan Nasional (BBJN), meski begitu kita tetap membantu dan turun tangan. Tidak semuanya dilakukan BBJN, tapi juga tanggungjawab kita,” terang Kepala Dinas PUBM Sumsel, Rizal Abdullah, Senin (17/11).

Pihaknya mengusulkan kepada BBJN agar dalam pembangunan pelebaran jalan hingga di KM 16,5 Indralaya sesuai dengan ukuran 2x7x2 meter persegi. Ukuran tersebut lebih besar dibanding ukuran jalan eksisting saat ini yakni hanya 5,5 meter persegi.

“Jadi jika tidak dipercepat, maka saat ada kecelakaan ataupun mobil mogok akan membuat macet panjang. Seperti saat ini, panjang sekali macetnya. Karenanya kami dan BBJN akan mempercepat penyelesaian pelebaran jalan ini dengan menargetkan selesai di tahun depan,” ungkap dia.

Pihaknya melakukan pelebaran jalan hanya sampai KM 16,5 karena memang nantinya sepanjang KM 30 akan ada jalan tol dari Jakabaring ke Indralaya, melewati pelabuhan dalam dan KTM (Kawasan Terpadu Mandiri) di Indralaya.

“Kita akan usahakan secepatnya untuk tol Palindra. Kami meminta segera diselesaikan juga untuk pelebaran jalan, karena saat ini sudah masuk tahap II yakni sampai di sekitar kawasan Pemulutan,” beber dia.

Hanya saja, kata dia, ada juga ditemukan jalan putus di Suko Pindah, itu bukan diakibatkan dari kesalahan teknis namun memang kondisi jalannya yang terputus akibat sungai.

“Tapi secepatnya juga akan diperbaiki,” cetus Rizal.

Selain pelebaran jalan, pihaknya juga akan membangun holding bay atau tempat peristirahatan berupa lahan yang tidak begitu besar dan bisa bermanfaat sebagai tempat berhentinya mobil-mobil.

“Jika ingin beristirahat dan menepi, maka tidak akan membuat kemacetan. Holding bay ini akan dibangun setiap beberapa kilometer,” tukasnya.

Sebelumnya, Rizal menuturkan perbaikan ruas jalan di Sumsel pada 2014 menjadi perhatiannya. Untuk itu, Dinas PUBM membutuhkan dana sekitar Rp500 miliar untuk perbaikan jalan provinsi pada 2014.

“Dengan anggaran tersebut, jalan provinsi sepanjang 1.465 kilometer bisa kembali mulus,” tukasnya.

Menurut Rizal, ada beberapa ruas yang menjadi prioritas untuk perbaikan jalan tahun ini diantaranya, Betung-Sungai Lilin, jalan di Kayu Agung, Kabupaten Ogan Ko mering Ilir (OKI).

“Pada ruas tersebut kita tengah melakukan survei secara berkala sesuai dengan kondisi yang ada,” katanya.

Secara keseluruhan, kata dia, kondisi jalan di Sumsel 90 persen dalam kondisi baik.

“Sisanya memang perlu perbaikan, ada beberapa titik yang memang menjadi prioritas perbaikan, yaitu Betung-Sungai Lilin dan Kayuagung,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, kerusakan jalan di Sumsel dipengaruhi tingginya volume kendaraan serta penambahan infrastruktur bangunan di sejumlah badan jalan.

 

TEKS      : IMAM MAHFUZ

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster