Janjikan Lulus PNS, Mantan Kadin BKD OKI Dipolisikan

 291 total views,  2 views today

  • Gelapkan Uang Warga Rp 360 Juta

PALEMBANG – Diduga telah melakukan tindak pidana penipuan, ZK (48) mantan kepala dinas (Kadin) Badan Kepegawai Daerah (BKD) Ogan Komering Ilir (OKI), dilaporkan korbannya ke sentral pelayanan kepolisian terpadu (SKPT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (17/11).

Pria yang kini masih menjabat di Pemerintahan Daerah (Pembakb) OKI ini, dilaporkan korbannya, yang bernama Didi Surya (26), Warga Kayuagung OKI, dengan kerugian hingga Rp 360 juta. Selain itu, sampai saat ini, Didi belum juga diterima sebagai PNS di Pemkab OKI.

Tertera dalam surat laporan, 20 Juli 2013, Didi diperkenalkan oleh seorang rekan ayahnya dengan ZK. Keduanya lalu bertemu di kediaman ZK, yang berlokasi di kawasan Jakabaring Palembang. Terjadilah pembicaraan antara Didi dengan ZK.

“Saya diberitahu kalau ZK bisa membantu saya diterima PNS di Pemkab OKI. Saya sengaja datang ke rumahnya untuk minta dibantu supaya bisa diterima sebagai PNS,” kata Didi,

Seperti tertera di surat laporan, ZK lalu mengaku bisa memuluskan permintaan Didi tersebut. Syaratnya, Didi harus menyetorkan uang senilai Rp 360 juta. Uang itu, menurut ZK, digunakan sebagai administrasi supaya Didi mudah diterima.

Karena percaya, Didi menerima tawaran ZK. Terlebih, saat itu, jabatan ZK di lingkungan Pemkab OKU sangat memungkinkan Didi bisa diterima sebagai PNS OKI. Uang pun diberikan Didi beberapa hari setelah terjadinya pertemuan tersebut.

Namun, Didi tidak kunjung mendapat pemberitahuan bahwa dirinya sudah diterima sebagai PNS di Pemkab OKU. Padaha, ZK menjanjikan Didi sudah akan menerima pemberitahuan tidak lama setelah uang disetor. Karena mulai cemas, Didi mencoba menemui ZK.

Didi sudah tidak bisa lagi mengetahui keberadaan ZK. Baik dicari di kantor atau di kediaman, keberadaan ZK tak kunjung diketahui Didi. Apalagi, selain tidak ada informasi telah diterima, uang Rp 360 juta yang sudah disetor sampai saat ini tidak kembali.

“Saya lalu memutuskan untuk melapor. Semoga saja polisi bisa mendapati keberadaan ZK dan uang saya bisa kembali,” kata Didi.

Di lain tempat, penipuan bermoduskan bisa membantu memudahkan seseorang mendapat pekerjaan juga dilaporkan oleh Syamsul Bahri (48). Kepada petugas SPKT Polda Sumsel, warga Jalan Letkol Andrian Sukarami Palembang ini mengaku sudah ditipu oleh seorang temannya berinisial Hy pada 4 Maret 2013 silam.

“Dia menjanjikan bisa membantu anak saya bekerja. Syaratnya, saya harus memberikan uang Rp 350 juta,” kata Syamsul, seperti tertera di surat laporan.

Karena sudah saling kenal, apalagi jika melihat status Hy sebagai ustad, Syamsul percaya saja bahwa Hy memang bisa membantu anaknya mencari pekerjaan. Uang senilai Rp 350 juta lalu dikirimkan Syamsul ke rekening Hy, yang diketahui sebagai warga Jawa Barat.

Namun, sejak disetorkan pada Maret 2013, anak Syamsul tidak kunjung menerima pekerjaan. Hy juga hanya mengembalikan uang yang sudah disetor Syamsul senilai Rp 275 juta.

“Saya tidak terima karena uang saya tidak utuh ia kembalikan. Saya berharap, polisi bisa menangkapnya meski ia berada di Jabar,” kata Syamsul.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, sudah menerima dua laporan penipuan tersebut. Baik saksi dan bukti sudah didalami untuk pemeriksaan.

“Masing-masing terlapor akan kita cari keberadaanya untuk dimintai keterangan. Jika memang ada unsur pidananya, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tukas Djarod.

 

TEKS     : OSCAR RYZAL

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster