Hiswana Migas Tunda Kenaikan Elpiji 3 Kg

 295 total views,  2 views today

Ilustrasi Agen Elpiji | Foto : Bagus Kurniawan

Ilustrasi Agen Elpiji | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Himpunan Wiraswasta Nasional dan Gas (Hiswana Migas) Sumsel telah menyepakati untuk menunda kenaikan harga eceran tertinggi (HET) jenis elpiji ukuran 3 kilogram (Kg). Meskipun SK dari Gubernur Sumsel sudah keluar beberapa waktu lalu mengenai HET elpiji. Hal itudiungkapkan langsung oleh Sekretaris Hiswana Migas DPD Sumsel, Nina Hikmah saat diwawancarai, Senin (17/11).

“Kami memang belum berlakukan kenaikan HET elpiji 3kg dari Rp13.800 menjadi Rp14.800 per tabung. Ini karena kami masih menunggu BBM naik,” kata dia.

Ia berkata, jika diberlakukan saat ini dirasa belum tepat. Karena ada wacana sebentar lagi akan naik BBM dari pemerintah pusat.

“Kita masih menunggu wacana kenaikan BBM diberlakukan, lalu baru akan direalisasikan kenaikan HET elpiji 3 kg tersebut,” kata Nina.

Hanya saja, lanjut dia, meskipun terjadi kenaikan harga BBM nantinya, pihaknya tetap akan menggunakan HET yang saat ini sudah ditekan Gubernur Sumsel.

“Tidak naik lagi, meski BBM naik 30 persen. Karena perhitungan kami dari hasil yang saat ini, sudah diperhitungkan semuanya,” jelas dia.

Pihaknya pun sudah sepakat tentang hal tersebut dengan Pertamina dan agen-agen elpiji lainnya. Diakui, sampai saat ini di lapangan belum ditemukan agen yang menjual elpiji dengan harga baru.

“Diinstruksikan ke seluruh agen untuk menjual dengan harga yang lama. SK dari Gubernur kita tahan dulu sampai kenaikan BBM diberlakukan,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Sumsel, Muchlis menuturkan, SK dari Gubernur terkait kenaikan HET elpiji 3 kg memang sudah keluar dan sah. Bahkan sudah di distribusikan kepada pemerintah kabupaten kota di Sumsel.

Hanya saja, memang keputusan tersebut belum diberlakukan. “Alasannya ada di Hiswana Migas. Mereka yang bertugas di lapangan. Jadi berlaku atau tidaknya mereka yang menghandle. Pak Gubernur memang sudah mengesahkan, tapi untuk pelaksanaan kita serahkan pada Pertamina dan Hiswana Migas,” jelas dia.

Menurutnya, Hiswana Migas dan Pertamina memiliki alasan tersendiri dalam penentuan pemberlakuan HET tersebut. Diakui Muchlis, dari info yang diterima, Hiswana Migas masih menunggu kenaikan BBM tahun ini.

“Jadi kan masih menunggu kebijakan pemerintah pusat juga. Semestinya jika Gubernur sudah turunkan SK maka akan langsung berlaku, tapi kali ini masih ditahan Hiswana Migas,” beber dia.

Meski demikian, Pemprov Sumsel sudah meminta pada pemerintah kabupaten kota untuk bisa secepatnya membahas dan memberikan ketentuan kenaikan HET elpiji 3 kg di daerahnya masing-masing.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel pun belum memastikan kapan akan diberlakukannya HET elpiji 3 kg tersebut. Meski, Gubernur Sumsel telah membubuhkan tandatangan dalam Surat Keputusan (SK) perubahan HET elpiji 3 kilogram di Sumsel.

“Kami akan melakukan peninjauan mengenai waktu yang tepat untuk memberlakukan HET yang telah ditandanganinya tersebut. Saya sudah tandatangani. Nanti saya cek lagi, kapan akan berlakunya,” terangnya.

 

TEKS     : IMAM MAHFUZ

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster