Galian Gajah PTPN 7 Menuai Protes Warga

 544 total views,  2 views today

Alat berat jebol jalan tikus PTPN 7 Betung. | Dok KS

Alat berat jebol jalan tikus PTPN 7 Betung. | Dok KS

BANYUASIN – Galian gajah yang dilaukan PTPN 7 Unit Betung Distrik Banyuasin menuai protes warga
Pasalnya, akibat galian gajah warga sekitar tidak bisa lagi menggemalakan hewan ternaknya dilokasi perkebunan tersebut

Selain itu galian gajah tersebut dihawatirkan akan membuat abrasi tanah-tanah warga yang berdekatan dengan galian gaja.

“Memang benar , galian gajah itu berada didalam lokasi perusahaan, namun akibat galian itu tanah warga yang berada didekat galian akan mengalami pengikisan” ucanya Timan salah satu warga sekitar senin (17/11)

Menurutnya, upaya perusahaan dalam pengamanan buah sawit dari aksi pencurian dengan membuat jalan tukus menjadi galian gajah itu diyakini tidak akan efekti, sebab aksi pencirian selama ini terungkap tidak pernah melalui jalan tikus yang saat ini akan dibuat galian gajah

“Apa iya dengan dibuatnya galia ini membuat para pencuri mengurungka niatnya. Yang ada kami malah susah menggembalakan sapi-sapi kami” ucapnya

Dikatakannya marak aksi pencurian buah tersebut bukan berada disekitar jalan tikus yang saat ini akan dijadikan galian gaja

Aksi pencurian itu kata dia, justru ada disekitar lokasi Kampung D-2 hingga di belakang komplek SPN Desa Bukit dari arah Betung-Jambi dan arah Betung-Sekayu dari Simpang Madarasyah-Komplek Afdeling 2 yang sebagian pelakuknya diduga dari oknum diperusahan itulah.

“Setau saya buah sawit dilokasi ini justru banyak rontok, karna tua dibantang akibat kelamaan tidak dipanen pekerjaanya”.imbuhnya

Senada juga dikatakan Mar (56) warga sekita yang juga pengembala hewan. Ia mengatakan akibat galian tersebut dirinya tidak bisa lagi mengembalakan hewan peliharaannya diarel perkebuna tersebu

“Selama kami mengembalakan sapi kami,tidak pernah merusak tanaman sawit. Kenapa kok dibuat galian seperti ini” imbuhnya

“Setau saya dengan banyaknya kotoran hewan bisa pembantu perusahaan, sebab dari kotoran hewannya bisa menjadi pupuk juga bisa membantu informasi petugas keamanan kebun menjaga aset perusahaan itu dari aksi pencurian” tandasnya

Yang disesalkan olehnya, justru dikawasan kebun yang aman dari aksi pencurian dilakukan pemutusan jalan dengan cara digali sampai kedalam dan lebarnya 3 meter, tetapi diarea yang sangat rawan aksi maling jalannya diperbaiki terus.

Konon kabarnya perusahaan plat merah warisan Belanda setiap bulannya mengalokasikan dana untuk Petugas pengamanan hingga hampir ratusan juta rupiah, namun aksi maling buah sawitnya justru kian merajalela. Artinya terkesan menghamburkan uang perusahaan itu.

Berkembang isu juga ada lokasinya dijadikan tempat judi dan transaksi narkoba, bebernya dengan nada kesal sembari mengucap bahwa perusahaan ini semakin tidak peduli dengan kehidupan warga masyarakat penyangga.

Sementara salah seorang pengamanan kebun yang meminta namanya tidak ditulis dalam berita ini bahwa Askep PTPN 7 ini dua hari sebelum dilakukan penggalian ini ada pencuri buah sawit dan motor pelaku dititip rumah warga warga disekitar jalan ini. Maka langsung diperintahkan jalan tikus itu agar digali.

 

TEKS    : DIDING KARNADI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster