Duh, Kades Banyu Urip “Sikat” Dana Raskin

 315 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi | Dok KS

BANYUASIN – Dana Beras Miskin (Raskin) yang dipungut dari masyarakat di Desa Banyu Urip Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin diduga dipakai kepala desa (kades). Akibatnya, ratusan warga miskin yang menjadi sasaran raskin di 16 RT di desa tersebut sampai kini belum menerima

Informasi yang berhasil dihimpun, dana raskin itu telah diserahkan kepada para ketua Rt dilanjutkan ke kepala desa melalui Kepala Dusun masing-masing. Namun, berhubung beras belum datang, dana yang terkumpul dari warga tersebut dipakai untuk kegiatan desa.

Selama beberapa bulan, warga setempat sering menanyakan mengenai alasan keterlambatan beras, informasi yang didapat dana telah sipakai oleh kepala desa untuk kegiatan desa.

Ratimi Ketua Rt 07 Desa Banyu Urip mengatakan, bahwa uang raskin yang telah dikumpulkan dari 93 kepala keluarga telah siserahkan kepada pihak  desa melalui kepala Dusun 1

“Dana raskin yang telah terkumpul kurang lebih Rp 4.680.000 telah diserahkana ke kadus dusun II selaku pengelola raskin,” ucapnya, Senin (17/11).

Terpisah, Kepala dusun II Sunardi saat dihubungi dirumahnya membenarkan bahwa dana tersebut telah diterimanya. Dirinya mengatakan, bahwa dana memang sempat terpakai untuk kegiatan desa. Namun sayangnya ia tidak menyebutkan mengenai kegiatan apa yang telah menggunakan dana raskim masyarakat tersebut. Kata dia, dana  tersebut saat ini telah dikembalikan lima belas hari yang lalu, dan saat ini berada ditangannya

“Dana memang sebelumnya telah dipakai oleh pihak desa namun sekarang uangnya sudah ada di saya,” ucapya.

“Kalau masyarakat ingin uangya saya kembalikan, saya siap. Kalau masyarakat maunya beras, diharap bersabar, karna sebagian dana itu telah saya kembalikan kemasyarakat, paska ribut-ribut. Sehingga butuh waktu untuk mengumpulkan kembali,” imbuhnya

Plt kades Desa Banyu Urip Priyono membenarkan bahwa sebagian dana telah dipakai untuk kegiatan Desa, akan tetapi saat ini telah dikembalikan kepada penguru raskin.

Diterangkan Priyono,  kendala masyarakat belum menerima raskin itu, bukan semata-mata karena dana telah dipakai. namun lebih dikarenakan adanya perubahan harga

“Karena ada perubahan harga yang semula Rp 2200 kini menjadi Rp 1600 per kilo, sehingga sampai bulan oktober  di kecamatanpun belum deal,” kilah Priyono lewat ponselnya, Senin (17/11)

Kepala Badan Pemberdayaan desa Masyarakat Desa (PMD) Amir Fauzi ditemui di ruang kerjanya melalui Sekretaris PMD Agustinus mengatakan, kades seharusnya tidak boleh menggunakan dana raskin untuk kegiatan desa, sebab kegiatan desa telah ada anggarannya baik dari Bangub maupun dari ADD

“Kalau kegiatan desa memakai atau minjam dana raskin salah, sebab kegiatan desa kan ada anggarannya sendiri baik dari Bangub maupun ADD. Desa juga biasanya punya pemasukan dan itu bisa dipakai untuk kegiatan,” tegasnya.

 

TEKS     : DIDING KARNADI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster