Batik Solo yang Mendunia

 214 total views,  2 views today

 

Vivi sedang melayani pembeli kain batik Solo di stannya. | Dok KS

Vivi sedang melayani pembeli kain batik Solo di stannya. | Dok KS

PALEMBANG – Siapa yang tak kenal batik Solo? Kain asal Indonesia yang mendunia ini bahkan sudah tidak lagi indentik dengan kata “tua” dan bukan hanya acara dikenakan saat formal saja. Selain anak-anak, kain batik asal Solo bahkan diminati warga mancanegara.

 

Tengoklah. Para genarasi anak-anak mudapun banyak yang suka memakai batik. Baik saat sekolah maupun sehari-harinya atau melengkapi fashion sehari-hari.

 

“Biasanya turis-turis dari mancanegara ada yang menjadi kain batik sebagai koleksi. Yang sering belanja ke butik saya ini kolektor dari Belanda dan negara lain yang sekedar beli untuk dipakai maupun oleh-oleh keluarganya saat pulang ke negaranya,” terang Vivi pemilik butik Batik Vivi di Semarang yang membuka stan di Atrium Palembang Square, Senin (17/11).

 

Kata Vivi, batik-batik yang didatangkan langsung dari Solo memiliki delapan puluh motif dari ratusan motif yang ada di pesisir Pekalongan. Dari mulai yang dibuat dengan proses Cap dan Tulis. Soal harga? Ya, bervariasi dari harga Rp 100 ribu sampai harga jutaan pun ada, terlebih untuk batik tulis yang memang mahal dibanding dengan batik Cap.

 

Disampaikan Vivi, perbedaan batik Solo dengan batik-batik lainnya yaitu mulai dari motif dan prosesnya.

 

“Ini tergantung motifnya juga, apalagi kalau motifnya ribet dan buatnya asli dengan cara di tulis, tapi kalau secara menyeluruh perbedaannya memang dari motif-motif nya,” jelasnya.

 

Selain kain yang ia jual, di stan milik Vivi juga tedapat aksesoris kalung yang juga terbuat dari batik, seperti yang ada saat ini yaitu kalung-kalung bernuansa etnik yang pas sekali di padupadan kan dengan dres saat akan kepesta. Terkhususnya untuk anak- anak muda.

 

“Ini usaha keluarga saya. Ada dua butik yang kami jalankan. Di Solo dikelola orangtua saya. Dan, saya kelola butik ini di Semarang,” ujarnya.

 

Memang sejak kecil Vivi suka dengan kain-kain nuansa batik. Berangkat daqri situlah, akhirnya ia pun memberanikan diri untuk berbisnis batik Solo.

 

“Lagian sekarang ini batik juga banyak dipakai anak-anak muda. Dan, bisa dimodifikasi jadi Bolero atau Dres untuk ke pesta,” ucapnya.

Dengan batik juga Vivi, berharap agar usaha batik nya ini bisa meluas dan mempunyai butik di setiap kota.

“Itu inginnya saya. Iya sih, kalau bisa ada butik di mana-mana dan sekalian bisa sosialisasi batik kepada masyaratkat Indonesia khususnya batik Solo ini. Kan sekarang ini aja Presiden nya aja orang Solo. Harus banggalah,” tutupnya.

 

TEKS   : YUNI DANIATI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster