22 Pejabat Pemkot Palembang Terjerat Narkoba ?

 203 total views,  2 views today

ilustrasi Test Urine | Foto : DoK KS

ilustrasi Test Urine | Foto : DoK KS

PALEMBANG – Tes urine terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang dilakukan oleh Badan Narkotika Kota (BNK) Palembang dua pekan terakhir hasilnya sudah keluar. Beberapa pejabat eselon IV ditemukan reaksi aktif (reaktif) zat adiktif yang berpotensi terhadap zat narkotika.

Kepala Sub Bagian (Kasubdit), Narkoba Forensik Lab For Cabang Palembang, Fauzi Hidayat membeberkan, berdasarkan sampel urine yang diambil oleh BNK Palembang terhadap PNS Eselon IV di lingkungan Pemkot Palembang, Senin (3/11) lalu, ditemukan ada 22 sampel urine yang terindikasi berpotensi sebagai pengguna narkotika.

“Dari hasil sampel yang diambil BNK, dengan melakukan metode Scrending tes, Lab Forensik, ke 22 sampel tersebut diambil dan akan ditindaklanjuti,” katanya, Senin (17/11).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) BNK Palembang, Ismail Ishak menyebutkan, pihaknya tidak menampik adanya 22 pejabat eselon IV yang urinenya mengandung reaktif zat adiktif yang berpotensi zat narkoba.

“Memang benar, ada 22 PNS pemkot dari golongan eselon IV yang urine nya berpotensi mengandung zat narkotika,” katanya.

Namun, sambung Ismail, adapun ke 22 sampel itu akan kembali dilakukan uji lab dengan mengambil zat positif palsu untuk menentukan adanya zat aktif narkotika pada sampel yang saat ini tengah ditindaklanjuti tersebut. Sebab, penentuan untuk ke 22 sampel urine tersebut, harus melalui beberapa pembuktian.

“Bisa saja, zat reakatif yang terkandung tersebut merupakan zat adiktif yang berasal dari obat yang biasa dikonsumsi akibat penyakit yang diidap. Karena saat ini, ada beberapa obat yang dapat menyebabkan reaktif pada urine manusia,” ucapnya.

Ismail menegaskan, temuan hasil lab tersebut, tidak bisa memvonis bahwa 22 pejabat tersebut pengguna narkoba. Karena, hal itu masih harus melalui serangkaian tes, yang akan kembali dilakukan terhadap ke 22 pejabat eselon IV tersebut, diantaranya tes kit, tes konfirmasi dengan instrumen, dan database pembanding. Nantinya, itulah yang akan menentukan efek positif, dari urine yang sudah diambil sampelnya.

“Walaupun nanti mereka beralasan sebagai pasien yang wajib mengkonsumsi obat-obatan yang dianjurkan, hal itu nantinya akan kami pintai keterangan dari dokter dan rumah sakit yang bersangkutan,” bebernya.

Apabila, 22 pejabat tersebut terbukti menggunakan narkoba, ujar Ismail, akan diserahkan kepada Pemkot Palembang untuk selanjutnya di proses sesuai dengan ketentuan kepegawaian dan ketentuan hukum.

“Mudah-mudahan, apa yang menjadi temuan kami, bukanlah zat adiktif narkotika. Tapi apabila benar dan terbukti, kami minta agar diberikan sanksi tegas terhadap pemakai tanpa terkecuali,” tukasnya.

 

TEKS     : ALAM TRIE MARSATA PUTRA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster