Wako Lubuklinggau Resmikan Perajin Batu Akik

 351 total views,  2 views today

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menunjukan koleksi batu akik yang sudah jadi dan bahan batu akik yang belum diasah,jenis batu silampari motif batik kepada Kabar sumatera. | Dok KS

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menunjukan koleksi batu akik yang sudah jadi dan bahan batu akik yang belum diasah,jenis batu silampari motif batik kepada Kabar sumatera. | Dok KS

• Motif Batik Dijagokan Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU – Geliat pengrajin batu akik saat ini kian melesat diberbagai penjuru Kota Lubuklinggau, keberadaan komunitas ini, Ahad (16/11) Wali Kota Lubuklinggau meresmikan pengrajin batu akik Lubuklinggau di kaki kawasan wisata alam Bukit Sulap.

Dengan mengenakan kalung berliontin batu akik dan jemari dipenuhi cincin batu akik berbagai jenis,Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dover Christian L Gaol memotong pita pertanda dibukanya kios komunitas batu akik di Bukit Sulap Lubuklinggau.

Pada kesempatan ini,Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe memberikan bantuan dua buah mesin pengasah batu akik kepada komunitas tersebut.

“Saya berharap mesin ini kedepanya dapat menjadi lebih banyak,uang untuk belinya dari usaha batu akik inilah,” kata Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.

Nanan sapaan H SN Prana Putra Sohe berharap komunitas pengrajin batu akik Lubuklinggau dapat menghasilkan batu akik yang berkualitas,sehingga mampu bersaing dengan komunitas daerah lain.

Ditegaskan, Nanan, batu akik yang diunggulkan Kota Lubuklinggau adalah jenis Batu Silampari Motif Batik, karena hanya ada diwilayah Lubuklinggau.

“Batu silampari bermotif batik itu unggulan kita Lubuklinggau, baik itu bentuk batu cincin maupun liontin, tempat kita yang ada daerah lain hanya mengandalkan warna biru, merah, hitam dan lainya,” terang Nanan.

Nanan meminta kepada pengrajin batu agar mencari sebanyak mungkin motif batik tersebut lalu di buat sebagus mungkin,untuk dijualbelikan serta mampu bersaing dengan daerah lainya.

“Rekan-rekan komunitas saya berharap agar dalam mengelolah batu-batu akik ini dapat berkreatif dan inovatif.Supaya hasilnya bagus. Jadikanlah mesin ini,beranak sekarang ada dua kedepan jadi banyak lagi,” harap Nanan.

Dia menuturkan, untuk jenis batu Silampari motif batik ia memiliki banyak koleksi,mulai dari cincin maupun liontin. Hal ini karena selain asli daerah,batu tersebut juga melambangkan Indonesia yakni batik.

Usai memotong pita kios komunitas, wali kota meninjau pameran batu akik yang dipamerkan para pengrajin batu akik. Untuk di Kota Lubuklinggau sendiri, saat ini seluruh elemen masyarakat, dari biasa sampai ke pejabat bahkan anak-anak kecil sudah tergila gila batu akik.

 

TEKS       : SRI PRADES
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster