SMPN 1 Talang Padang Terancam Ambruk

 1,072 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Bangunan SMP Negeri 1 Talang Padang terancam ambruk. Kondisi bangunan mengkhawatirkan, karena berada pada kemiringan tanah cukup tajam dan sudah mulai ada keretakan pada dindingnya. Ironisnya lagi, bangunan dua unit Ruang Kelas Belajar (RKB) tersebut, baru dikerjakan di tahun 2014 ini.

Anggota DPRD Empat Lawang Komisi III bidang Pendidikan dan Kesehatan, Joni Rico menjelaskan, bangunan sekolah di SMP N 1 Talang Padang itu harus diperhatikan secara serius bagi pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan. Jangan sampai bangunan yang berada di posisi kemiringan tanah cukup tajam, dibangun dengan konstruksi pondasi bangunan kecil.

Sehingga potensi terjadinya tanah longsor, bahkan bisa jadi ambruk dan menyebabkan kerugian banyak.

“Ya sekarang kondisinya sudah terlanjur, karena sudah menelan dana yang tidak sedikit juga. Bangunannya dua lokal RKB, jika tidak salah menggunakan dana DAK atau APBD 2014 ini,” kata Rico menekan kepada Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan untuk betul-betul mengawasi bangunan itu, jadi jangan sekedar duduk manis saja di kantor.

Dan kepada kontraktornya pun untuk betul-betul melakukan pekerjaan dengan benar. Ditambahkannya, jika dilihat dengan kondisi sekarang, bukan tidak mungkin akan terjadinya longsor. Tentunya bisa menyebabkan kerugian yang lebih banyak. Bahkan ditakutkan apabila nanti digunakan oleh siswa-siswi untuk belajar, kemudian terjadi roboh, dan merugi banyak jadinya.

Makanya kata Riko, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tolong Bidang Sanpras Dinas Pendidikan untuk turun ke lapangan, dan perbaiki konstruksi pondasi bangunan yang ada.

“Lokasi tanah sudah miring, pondasi terlalu kecil dan sudah ada yang retak. Kalau roboh bagaimana jadinya ?. Jadi Sanpras harus turun ke lapangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) H Agusni Effendi melalui Kabid Sanpras Elvansyah Muda menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan informasi itu sedari Sabtu kemarin, tim langsung menghubungi kontraktor pelaksananya untuk segera perbaiki. Karena hal itu masih dalam masa pemeliharaan pihak kontraktor. Bahkan tim teknis Sanpras turun ke lapangan untuk memastikan konsultan pengawasnya.

“Yang roboh itu bukan konstruksi pondasi bangunannya, melainkan hanya tembok penahannya saja yang roboh,” kata Elvan menambahkan bahwa bangunan itu bukan menggunakan dana DAK 2014, melainkan dana APBD Empat Lawang yang dilelang 2014.

Terangnya, memang bangunan itu berada pada tanah yang miring. Dengan jumlah 2 lokasi ruang kelas belajar. Pada sisi kanan dan kiri bangunan terdapat tanah yang berlebih beberapa meter.

Selanjutnya tanah yang lebih itu dibangun lagi tembok penahan. Tujuannya tidak lain untuk menahan jika terjadinya tanah longsor. Sedangkan bangunan gedungnya sudah dipastikan dalam kondisi bangunan yang kuat.

“Jadi yang roboh itu tembok penahannya, bukan pondasi bangunan ataupun bangunannya,”jelasnya.

Evan meyakinkan, bahwa Disdik sudah mengontak pihak kontraktor pelaksana, dan didapatkan informasi dari pihak kontraktor telah menurunkan tukang untuk memperbaikinya.

 

TEKS       : SAUKANI
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster