Ratusan CJH Gagal Berangkat Haji, Bos PT Karibin Nur Travel Ditetapkan Jadi Tersangka

 293 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi | Dok KS

INDERALAYA – Kepolisian Resor (Polres), Kabupaten Ogan Ilir (OI) akhinya menetapkan status Direktur Utama (Dirut), PT Karibin Nur Travel (KNT), berinisial MQ, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan terhadap ratusan Calon Jemaah Haji (CHJ), yang gagal berangkat.

PT KNT cabang Inderalaya, Ogan Ilir, merupakan jasa pelayanan haji plus, yang berpusat di Jakarta. Selain itu, PT KNT juga disinyalir tidak memiliki izin resmi dari Kementrian Agama.

Jamaah yang merasa tertipu melaporkan masalah tersebut ke Polres OI. Bahkan, dalam satu bulan terakhir, pihak kepolisian menerima empat laporan pengaduan dengan jumlah 12 orang JCH, dengan total kerugian para jamaah mencapai ratusan juta rupiah.

Namun, untuk total keseluruhan para jamaah yang gagal berangkat ditaksir mencapat Rp 14 Miliar. Pasalnya, para CJH sudah menyetorkan uangnya berkisar Rp 77juta-Rp80juta perorang.

Pihak PT KNT mengklaim, penundaan tersebut bukan bersifat penipuan, melainkan tidak terbitnya visa pemberangkatan terhadap para CJH. Bahkan, beberapa uang jamaah pun juga sudah dikembalikan.

Data yang dihimpun, mencuatnya kasus tersebut berawal pada tahun 2013 lalu di mana terdapat 250 CJH via PT KNT gagal berangkat untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji 2012.

Setelah itu, para jamaah dijanjikan akan berangkat pada musim haji 2013, lagi-lagi, sebagian jamaah kembali gagal berangkat. Seluruh jamaah menuntut untuk dikembalikannya uang tersebut, namun sebagai jamaah bersabar dan dijanjikan akan melaksanakan ibadah haji pada musim haji 2014.

Namun sayangnya, pada musim haji 2014, janji tersebut ternyata kembali tidak terealisasi. Satu persatu, CJH mulai melaporkan kasus tersebut Polres OI.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat diampingi Kasatres Iptu Dhavid Sidiq dan Kanit Pidsus Ipda Sondi mengatakan, pihaknya membenarkan jika satu persatu CJH yang gagal berangkan via PT KNT melaporkan ke Polres OI.

Menurutnya, dari hasil laporan korban, para korban gagal berangkat  dan merasa tertipu karena sudah dua kali gagal berangkat dan uang pun belum juga dikembalikan.

“Rata-rata, korban mengeluhkan gagal berangkat dan berasa tertipu. Untuk itu dilaporkannya ke polisi. Untuk Dirut PT KNT, MK, sudah tersangka, namun kita masih terus lakukan pengembangan penyelidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatres Iptu Dhavid Sidiq menambahkan, pihaknya akan memanggil beberapa orang saksi dari PT KNT yang ada di Jakarta.

“Kita sudah layangkan surat panggilan ke Dirut PT KNT di Jakarta, namun belum datang. Kita juga akan panggil pihak keuangan dari PT KNT di Jakarta,” ucapnya.

Terpisah, Dirut KNT, MK didampingi Humas PT KNT, Feri mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyelasaikan permasalahan tersebut.

Menurutnya, sudah ada puluhan jamaah yang sudah dibayar lunas terkait dana pemberangkatan haji. “Ya, tercatat ada 60 jamaah yang  sudah kita balikan uangnnya dengan lunas. Selain itu, ada 20 jamaah yang sudah dibayar namun belum lunas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini ada 150 jamaah yang belum sama sekali dibayar lantaran masih menunggu pencairan dari beberapa mitra yang akan menalangi pembayaran tersebut.

“Di sini sudah jelas, tidak ada unsur penipuan dan ada iktikad baik dari PT KNT. Kami tidak santai dan tidak juga pasang badan, hanya saja dari sisi waktu, dana belum bisa dicairkan,” tuturnya.

Disinggung masalah tersangka, pihaknya saat ini masih belum mendapatkan informasi dari pihak kepolisian. “Wah, saya belum tau itu (Status tersangka). Ya, kita ikuti ada prosesnya,” pungkansya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster