Maknyusnya Kemplang Panggang Wong Kito

 1,019 total views,  2 views today

Kemplang panggang khas wong kito. yang bannyak dijual di Jalan Pipa Kelurahan Pipa Reja Kecamatan Kemuning, Palembang. | Foto ; Bagus/KS

Kemplang panggang khas wong kito. yang bannyak dijual di Jalan Pipa Kelurahan Pipa Reja Kecamatan Kemuning, Palembang. | Foto ; Bagus/KS

PALEMBANG – Tak sedikit orang yang menyukai kempelang panggang, wong Palembang khususnya sudah familiar sekali dengan rasa produk satu ini. Rasanya pun gurih dan renyah. Bahkan, di Jalan Pipa Kelurahan Pipa Reja Kecamatan Kemuning ini, berderet para pembuat dan penjual kemplang yang terkenal gurih.

Nyonya Bailani, misalnya. Ia adalah salah satu pedagang kemplang panggang di Jalan Pipa yang sudah hampir setahun berjualan kemplang tersebut. Dari dulu sampai kini ia selalu memakai jenis ikan sungai dari Tebing Rinting untuk bahan pembuatan kemplangnya.

“Kurang lebih setahun jualan, agen biasanya selalu mengatar kemplang mentahnya setiap dua hari sekali, biasanya bisa sampai dua ribu buah kita ambil dari agen,” kata Bailani, Ahad (16/11)

Ia berkata, biasanya ia beli kemplang mentah Rp 190 per buah. Itu sudah naik dari harga sebelumnya hanya Rp 100 per buah. Sehari-harinya dia bisa memanggang kemplang sampai 800 hingga 1.000 buah dengan menggunakan arang atau batok kelapa yang terlebih dahulu di jadikan arang.

“Kalau lagi banyak bisa lebih dari delapan ratus, manggang nya pakai arang atau batok kelapa yang sudah di jadikan bara terlebih dahulu, itupun kalo batok nya ada, kalau seringnya sih pakai arang,” jelasnya.

Kemplang yang Ia jual di bedakan menjadi tiga varian harga, dari harga Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 15 ribu, tergantung beberapa banyaknya isi kemplang tersebut. Jika sedang ramai- ramainya ia bisa menjual lebi dari dua puluh bungkus, dan jika sepi Bailani hanya mampu menjual di bawah sepuluh bungkus saja.

“ Lagi ramai, enak. Bisa 20 hingga 25 bungkus yang laku terjual. Kalau sedang sepi, ya 10 bungkus. Itu untung-untungan,” cetusnya.

Pelanggan Bailani tak hanya dari daerah Palembang saja, namun juga berasal dari luar kota yang sedang singgah atau berlibur di kota Palembang.

“Dari luar kota sering yang datang ke sini. Bahkan pernah ada yang datang dari Padang, Jambi, dan yang paling sering Jakarta. Yang mentah juga biasa mereka beli, kadang mereka untuk coba- coba manggang sendiri ata sekedar di goreng,” Bailani menjelaskan.

Selain ia menjual kemplang ke warung-warung, dan sehari- hari yang membeli kurang begitu ramai, tapi tidak pada perayaan tertentu seperti tahun baru. Kemplangnya akan laris manis di beli pelanggan.

“ Juga saya ngisi ke warung- warung sekitar. Saat ini ada 10 warung yang saya isi. Itu pun hanya dua hari sekali, kalau untuk hari-hari kadang hari Minggu saja yang ramai. Sebab, banyak orang yang pulang kondangan, itu biasanya mampir untuk beli kemplang, tapi kalau mau ramai lagi biasanya lebaran dan tahun baru,” tukasnya.

TEKS:YUNI DANIATI
EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster