Guru PNS Menumpuk di Kayuagung, Sekolah di Pelosok Jadi Korban

 368 total views,  2 views today

Ilustrasi PNS | Dok KS

Ilustrasi PNS | Dok KS

KAYUAGUNG – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Drs  H Zulkarnain, mengatakan jumlah guru di OKI sudah dinilai mencukupi, hanya saja penyebarannya tidak merata.

Karena, khususnya guru berstatus PNS lebih banyak menumpuk di sekolah-sekolah dekat ibukota kabupaten, akibatnya kondisi ini jelas berdampak jumlah guru PNS di sekolah pelosok sangat minim sekolah.

Beber Zulkarnain, faktor yang menyebabkan guru PNS banyak menumpuk di Kayuagung tak lain kebanyakan dengan alasan pindah ikut suami.

“Ada dari mereka yang sengaja pindah dari pelosok dengan alasan ikut suami,” cetusnya.

Lanjut dia, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk memenuhi kebutuhan kekurangan guru di sekolah-sekolah pelosok. Jika harus memindahkan atau menempatkan guru-guru yang telah betah mengajar di Kayuagung dan menugaskannya ke daerah terpencil.

“Susah buat kita untuk menempatkan mereka. Pastinya mereka tidak mau,” ujar dia beralasan.

Upaya kedepan yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini, sambung dia, melalui penerimaan CPNS yang telah ditetapkan lokasi-lokasi mana saja yang dinilai bakal diisi untuk penempatan guru tersebut.

” Kalau moratorium penerimaan CPNS tidak jadi. Paling itulah upaya kita,” ucapnya.

Bila melihat kenyataan yang ada. Kondisi ini tentu sangat tidak adil dirasakan bagi sekolah pelosok yang seolah dianak tirikan. Terutama dalam penyebaran  tenaga pendidik PNS.

Hal ini setidaknya dialami SMPN 7 Mesuji, Kabupaten OKI, dari puluhan jumlah guru di sekolah tersebut hanya kepala sekolah saja yang berstatus PNS. Sementara guru lainnya hanyalah pegawai honor yang dibayar insentifnya dari dana bantuan pemerintah.

Tak pelak akibat kondisi demikian pihak sekolahpun menjadikan alasan kuranganya tenaga pendidik PNS membuat sekolah ini mengambil kebijakan untuk menarik iuran SPP kepada setiap siswa per bulannya.

Juga SMPN 7 Mesuji, merupakan satu potret sekolah yang minim guru PNS. Masalah ini juga pernah diutarakan anggota dewan dari Partai Hanura, Drs Kamaluddin, yang sangat prihatin dengan kondisi sekokah di wilayah dapilnya. Di mana SMKN 1 Lempuing, OKI juga mengalami kekurangan guru PNS dari dari dua puluh lima guru, hanya dua orang guru yang berstatus PNS.

“Saya selaku anggota dewan dari dapil tersebut sangat prihatin dengan kondisi pendidikan di OKI, khususnya di SMKN 1 Lempuing, di mana bertahun-tahun sekolah itu masih kekurangan guru PNS yang baru ada dua orang, belum lagi permasalahan fasilitas pendidikan yang masih dari kata cukup,” tandas dia.

Dia berharap pemerintah kabupaten OKI melalui Dinas Pendidikan agar bisa mengatasi persoalan ini, sehingga keberadaan sekolah di wilayah pelosok juga mendapat perhatian yang sama.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR      : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster