Cetak E- KTP Diserahkan ke Daerah

 221 total views,  2 views today

ilustrasi

Ilustrasi | Ist

 

KAYUAGUNG – Pencetakan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) yang selama ini dilakukan di pusat, direncanakan akan dilimpahkan ke masing-masing kabupaten, termasuk Kabupaten OKI. Rencana awal akan mulai dicetak di daerah pada November 2014, ternyata sampai saat ini belum bisa dilakukan,  karena anggaran untuk pembelian alat cetak e-KTP baru dianggarkan 2015 menggunakan APBN.

 

Demikian diungkapkan Kepala Disdukcapil OKI, Kholid Hamdan, belum lama ini. Menurut dia bagi masyarakat OKI agar lebih bersabar.

 

“Selama ini banyak masyarakat sudah rekam e-KTP tapi sampai sekarang belum menerima e KTP, sehingga memicu masyarakat lain malam melakukan perekaman, ini menjadi kendala kita,” katanya.

 

Pencetakan e KTP diserahkan ke daerah menurutnya untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi keterlambatan bagi masyarakat yang menunggu pencetakan  e-KTP.

 

“Tapi pengadaan percetakan e-KTP itu baru dianggarkan di 2015, artinya di tahun 2015 percetalan e KTP bru bisa dicetak dikabupaten,” jelasnya.

 

Kabid Pelayanan dan Pendaftaran,  mengatakan, Abu Naim kendala lain dalam program e-KTP yakni  masih ditemukannya NIK yang berbeda untuk masyarakat, oleh karena itu Di harapkan kepada masyarakat untuk mencocokkan NIK yang ada di KTP dan di kartu keluarga (KK), apa bila ditemukan ada perbedaan agar segera melapor ke Disdukcapil untuk segera diperbaiki.

 

Hingga kini masyarakat yang belum melakukan perekaman e – KTP mencapai 218.022 orang atau sekitar 49 % dari 500 ribu lebih masyarakat OKI yang wajib perekaman e-KTP.

 

“Maka dari itu kami menghimbau kepada masyarakat yang belum melaksanaknan  perekaman e-KTP  agar segera melakukan perekaman di setiap kecamatan masing – masing,” tambahnya.

 

Lanjut dia   belum tercapainya target pembuatan e-KTP di OKI lantaran belum ada listrik yang tersalurkan secara baik di beberapa desa yang ada di daerah pelosok serta kurang antusiasnya masyarakat dalam membuat e-KTP.

 

“Ongkos dari desa menuju kecamatan di wilayah perairan memakan biaya hingga ratusan ribu rupiah, sementara warga tak sabar untuk menunggu karena mereka harus mengejar speedboat yang harus dipesan dulu,” ujarnya.

 

Kemudian banyak wajib e- KTP yang sudah melakukan perekaman sejak 2 tahun yang lalu tetapi sampai saat ini belum menerima e-KTP yang sudah dicetak.

“Hal ini juga memengaruhi warga lain untuk melakukan perekaman, mengenai hal itu sudah saya laporkan ke Kementerian dalam Negeri (Kemendagri), agar wajib KTP yang sudah melakukan perekaman agar e-KTP-nya segera dicetak,” ungkapnya.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster