BBM Naik, Ongkos Disesuaikan

 140 total views,  2 views today

Ilustrasi SPBU | Dok KS

Ilustrasi SPBU | Dok KS

PALEMBANG – Isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada November tahun ini belum terlihat pengaruhnya terhadap ongkos angkut kendaraan di Sumsel. Hal itu karena kebijakan pemerintah pusat terhadap kenaikan BBM belum terealisasi, sehingga ongkos angkut kendaraan darat, laut, dan udara dipastikan masih stabil. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Musni Wijaya saat diwawancarai belum lama ini.

Menurut Musni, karena memang belum ada informasi dan keputusan mengenai kenaikan harga BBM maka ongkos angkut pun masih normal.

“Belum ada kenaikan atau informasi mengenai ini (kenaikan BBM). Jadi harga masih stabil dan kami selalu cek serta awasi bersama instansi, organda dan stakeholder terkait,” ujarnya.

Diakui Musni, jika nantinya sudah diputuskan kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat maka akan diketahui persentase kenaikkannya. Setelah itu, kata dia, baru bisa disesuaikan berapa besar kenaikan tarif ongkos angkut.

“Pasti ada (kenaikan tarif angkutan). Tapi nanti ya, kita akan sesuaikan dengan berapa persentase kenaikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Musni tidak bisa menjelaskan lebih banyak karena dirinya pun masih menunggu informasi dari pemerintah pusat. Untuk tarif angkutan di Sumsel, kata dia, juga masih menunggu kebijakan dari Kementerian Perhubungan.

“Nanti sajalah. Karena proses untuk kenaikan tarif angkut cukup panjang. Jadi kita tunggu nanti kebijakannya, lalu baru bisa dibahas,” beber Musni.

Disinggung apakah tarif angkutan laut naik atau tidak, Musni menjelaskan, semua sektor angkutan pastinya akan kena imbas.

Apalagi, tarif angkutan penyebrangan lintas antarprovinsi yakni Tanjung Api-Api menuju Tanjung Kalian (Bangka). Diakui pada 15 September lalu sudah naik berdasarkan keputusan dari Menteri Perhubungan sebesar 23 persen dan belum diketahui berapa persen kenaikannya nanti.

Saat ini, tarif angkutan untuk penumpang kelas ekonomi dengan jarak 30 mil dari TAA ke Tanjung Kalian atau sebaliknya dikenakan Rp31.500 per orang untuk penumpang dewasa. Lalu, penumpang anak-anak dengan Rp21.000 per orang.

“Semua jenis kenaikan tarif angkutan pasti akan kita musyawarahkan dengan semua stake holder baik dari Organda, Bidang Perhubungan Laut dan ASDP, serta lainnya agar bisa menerapkan tarif sesuai ketentuan,” pungkasnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster