“Batu Akik Ini Layaknya Kopi”

 491 total views,  2 views today

Seorang Pembeli Sedang Memilih Batu Akik di Pasar Cinde | Dok KS

Ilustrasi Penjual Batuakik | Dok KS

• Pameran Batu Akik di Empat Lawang

EMPAT LAWANG – Peminat batu mulia jenis akik sudah menjamur di bumi saling keruani sangi kerawati. Tak hanya kalangan masyarakat umum, anggota dewan, polisi, TNI bahkan tidak sedikit pejabat ikut mencari dan mengoleksi batu akik.

Guna menampung kegemaran ini, Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertambangan Energi (Dishutbuntamben) Empat Lawang, akan menggelar pameran dan kontes batu akik. Rencananya kegiatan berpepatan dengan pelaksanaan hari menanam sejuta pohon atau “One Billion Indonesian Tress” (OBIT) akhir November 2014 mendatang.

“Nanti kontes dan pameran batu akik di Gedung Serba Guna Pemkab Empat Lawang, insyaAllah 26-27 November. Sekaligus memeriahkan OBIT, kita ajak masyarakat terutama pecinta batu akik ikut berperan,” ungkap Kepala Dishutbuntamben Empat Lawang H Susyanto Tunut melalui kabid Energi, Deni Irwandi, kemarin.

Menurut Deni, pihaknya juga ingin memperkenalkan aneka batu akik khas Empat Lawang. Nah, dalam pameran nanti disediakan fasilitas ruangan dan meja pamer, dan untuk syaratnya bahan yang dipamerkan diutamakan dari asli daerah Empat Lawang.

Sambungnya, setiap batu harus diberi label nama, asal perolehan dan harganya, dan dapat sedapat mungkin bahan jadi digandengkan dengan bahan mentahnya.

“Ya untuk harga misalnya ditawar itu urusan partisipan, tergantung dealnya, panitia tidak meminta untung,” kata Deni.

Deni menambahkan, potensi batu mulia di Empat Lawang cukup menjanjikan. Konon ungkapnya batu yang dijual di daerah lain seperti di Provinsi Bengkulu dan Palembang sebenarnya ada juga berasal dari Kabupaten Empat lawang. Nah, Deni menyatakan batu dari Empat Lawang harusnya jangan sampai diakui oleh daerah lain.

“Layaknya kopi, kan sudah diakui oleh daerah lain. Nah ini mesti kita patenkan dengan adanya kontes-kontes batu,” imbuhnya.

Sementara itu Rozi, salah seorang pencari batu cincin di Tebing Tinggi ini mengaku, baru dua bulan terakhir menggeluti bisnis batu cincin. Bersama rekan-rekannnya, ia sering mencari batu cincin di sungai-sungai di kawasan Kecamatan Tebing Tinggi dan Saling. Seperti di pinggiran Sungai Musi, Sungai Lidi, Sungai Berau, Sungai Saling dan sungai-sungai kecil lainnya. Terakhir dirinya mencari batu di Sungai Berau, 3B, Desa Mekarti Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi.

“Di sana (Sungai Berau, red) banyak Batu Sungkai, sedangkan batu-batu akik yang lainnya juga ada tapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Saya belum terlalu hobi dengan batu, rencananya kalau dapat batu yang bagus saya jual,” beber Rozi.

Dijelaskannya, ada banyak batu cincin khas Empat Lawang. Namun belum terlalu terkenal karena jarang terekspos di media dan dikelolah dengan baik.

“Mudah-mudahan Empat Lawang terkenal juga dengan batu cincinnya, tidak kalah dengan daerah-daerah lain,” tukasnya.

 

TEKS       : SAUKANI
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster