Terkait Perusakan Rumah Dinas Wali Kota Lubuklinggau, Polda Ajak Wali Kota Berdamai

 320 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Kasus perusakan rumah dinas Wali Kota Lubuklinggau, hingga saat ini belum sepenuhnya tuntas, rencananya kedua belah pihak akan duduk bersama membahas persoalan tersebut di Kota Lubuklinggau.

“Insya Allah, minggu depan utusan Kapolda Sumsel akan datang ke Kota Lubuklinggau untuk duduk bersama dengan kita menyelesaikan persoalan tersebut,” kata Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe kepada Kabar Sumatera, Jumat (14/11)

Diterangkan Nanan, sapaan H SN Prana Putra Sohe, pertemuan tersebut membahas solusi terbaik terkait permasalahan oknum Brimob Datasemen B Petanang yang beberapa waktu lalu merusak rumah dinas dan melakukan kekerasan kepada tiga anggota Pol PP.

Nanan menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau siap menerima perdamaian dengan Brimob Datasemen B Petanang, namun dengan catatan sanksi tetap diberikan kepada oknum anggota Brimob yang melakukan perusakan tersebut.

” Duduk bersama untuk damai secara kekeluargaan, namun sanksi sesuai hukum Polri yang ada tetap kita minta diberikan kepada pelaku. Karena kejadian ini, merugikan kita sebab ada anggota Pol PP yang dianiaya,” tegas Nanan.

Sebagai informasi, diberitakan Kabar Sumatera sebelumnya oknum yang diduga anggota Brimob Polda Sumsel, Kompi B Petenang, Rabu (5/11) sore, mengamuk dan merusak rumah dinas Wali Kota Lubuklinggau.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, perusakan rumah dinas orang nomor satu di Kota Lubuklinggau tersebut diduga imbas dari tertabraknya anggota Brimob Kompi Petenang, Brigadir Ilhansyah saat latihan fisik. Tertabraknya anggota Brimob tersebut, terjadi tepat di depan rumah dinas Wali Kota Lubuklinggau, sekitar pukul 14.10 WIB.

Nah, saat kejadian tersebut, ada kegiatan pengambilan gambar untuk dokumentasi yang dilakukan salah satu wartawan di Lubuklinggau, Benny Arnas. Melihat rekannya tertabrak mobil jenis Mitsubitshi Kuda, anggota Brimob lainnya langsung emosi.

Mereka melakukan aksi sweeping terhadap awak media, yang tengah meliputi kejadian dan melakukan sweeping warga yang mendokumentasikan kejadian tersebut. Tak ayal, sejumlah awak media pun langsung berlari menyelamatkan diri. Handphone jenis Blackberry milik salah satu wartawan lokal, disita oleh oknum anggota Brimob.

Selain itu, Benny Arnas, juru kamera salah satu media televisi dikejar oleh sejumlah oknum anggota Brimob sampai ke dalam rumah dinas wali kota. “Anggota Brimob tersebut, sempat masuk ke dapur dan area privasi wali kota. Sampai-sampai kaca sebuah ruangan pecah karena diobrak-abrik mereka, semua itu ada terekam di CCTV di rumah dinas wali kota,” kata Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya kepada Kabar Sumatera, Kamis (6/11).

Politisi Partai Golkar ini menyebut, beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang bertugas menjaga rumah dinas wali kota, babak belur dihajar karena mencoba menghalangi oknum anggota Brimob tersebut masuk ke dalam rumah dinas.

“Saya tidak tahu pasti, berapa anggota Sat Pol PP yang dianiaya oleh anggota Brimob. Yang pasti, semua kejadian terekam di kamera CCTV. Untunglah saat kejadian, wali kota tidak ada di rumah karena sedang dinas luar,” ujarnya.

“Saya berharap anggota Brimob dapat menahan diri, ini negara hukum. Jangan langsung main hakim sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Lubuklinggau, Zulfikar mengatakan saat ini rumah dinas wali kota tersebut sudah di sterilkan. Sehingga tidak semua orang bisa masuk kedalam. “Sedang di sterilkan, pasca kejadian tersebut,” tukasnya.

 

TEKS          : SRI PRADES

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster