Puluhan Titik di Palembang Rawan Banjir

 354 total views,  2 views today

Genangan Air yang Sudah Muncul dibeberapa Titik Kota Palembang | Foto : Bagus Kurniawan

Genangan Air yang Sudah Muncul dibeberapa Titik Kota Palembang | Foto : Bagus Kurniawan

WAJAR. Tiap kali memasuki musim hujan, warga Palembang dihantui “serangan” banjir. Sedikit saja turun hujan, warga yang rumahnya langganan banjir, sudah was-was dan bersiap membentengi rumah dengan apa saja yang bisa menghalangi air masuk ke rumah.

Pada kenyataannya tak kurang dari 37 titik kawasan di wilayah Palembang rawan banjir. Daerah-daerah ini antara lain, jalan-jalan umum berada di 11 lokasi yakni Jalan Jenderal Sudirman depan Hotel Sintera, Jalan Basuki Rahmat Simpang Polda, Jalan R Sukamto depan RM Pindang Meranjat, Jalan Demang Lebar Daun antara Jalan Angkatan 45-RS Siti Khodijah dan Sepanjang Jalan Lindungan, Jalan R Suprapto Depan Unsri, Jalan Yos Sudarso depan SPBU, Jalan RE Martadinata Depan Kantor Lurah 2 Ilir.

Di wilayah Seberang Ulu di Jakabaring, Jalan A Yani Naga Swidak, sepanjang 16 Ulu, Jl Sentosa dan antara Jembatan Sungai Gerong ke Jembatan Kedukan. Di Kenten, sepanjang Jalan May Ruslan dan Pentolan Bambang Utoyo dan di Sekolah Adawiyah. Kemudian di Jalan Veteran depan Dealer Mitsubishi, serta di Jalan Kol H Burlian antara Jalan Kasnariansyah.

Khusus di kampung-kampung dan pemukiman yang langganan banjir, banjir lebih disebabkan karena luapan air tak segera bisa mengalir ke pembuangan seperti anak sungai atau kolam retensi atau daerah resapan lainnya. Hal ini selain karena drainase yang buruk (kecil dan seadanya). Persoalan selokan ini memang terlihat sepele. Tapi ketika melihat lebih dalam, miris memang. Selokan penuh sampah, bikin aliran pembuangan tersumbat. Bisa dibayangkan bila selokan seadanya, tersumbat sampah pula, maka banjir akan menyerang.

Misalnya warga yang tinggal persis di pinggir dam Sekip. Kondisinya sekarang tanah resapan air sudah sangat kurang seiring pesatnya pembangunan bangunan-bangunan baru. Ditambahkannya kalau banjir di pinggiran Sungai Bendung dapat meluap hingga sepinggang, dan airnya juga lama surut karena banyak saluran air warga yang mampet dipenuhi sampah.

“Apalagi rumah cak kami yang idak nimbun, cepat nian air masuk ke rumah. Sungai musi kita itu sudah dangkal dek, jadi air hujan tidak lancar mengalir ke muara sungai, malah arus dari sungai Musi bisa masuk ke bendungan ini kalo hujannya besak,” keluh Supriati warga Sekip.

Seorang warga Perum Amin Mulya Jakabaring Rohayah (47) mengaku kalau jalanan depan rumahnya sudah beberapa kali ditinggikan, namun tetap saja bila hujan turun satu jam saja, air sudah menggenangi lorong-lorong hingga sebatas lutut orang dewasa, bahkan beberapa rumah terendam air.

“Derasnya air hujan yang turun seperti tidak ada tempat larinya air mengalir, mungkin drainasenya buntu, “Jangankan hujan deras, hujan sejam saja sudah banjir. Paling kalau ada rezeki kita meninggikan lantai di rumah, atau membuat rumah jadi dua lantai. kalau banjir datang lagi perabotan bisa di angkut ke atas,” katanya.

 

TEKS    : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster