Otak Pembakaran Polsek Rupit dan Rawas Ulu Tewas Ditembak Petugas

 56 total views,  3 views today

ilustrasi

ilustrasi

MUSI RAWAS – Syaiful (40), warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) merenggang nyawa, saat hendak diamankan oleh Tim Khusus (Timsus) Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Mura, Kamis (13/11) sekitar pukul 21.00 WIB.

Syaiful sendiri, adalah otak dari pelaku pembakaran pembakaran Mapolsek Rupit dan Rawas Ulu,usai terjadi bentrokan antara warga dengan pihak keamanan saat pembentukan Kabupaten Muratara.

Catatan kriminal Syaiful pun mentereng. Ia adalah gembong pencurian dengan kekerasan (curas) di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Mura dan Muratara. Setiap aksinya tersangka, bersama rekannya terkenal sadis dan tidak segan melukai bahkan menembak korbannya. Karena saat beraksi tersangka menggunakan senjata api rakitan (senpira) dan senjata tajam (sajam).‎

Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, Syaiful dibekuk di rumah teman wanitanya di Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit. Petugas yang mendapatkan informasi keberadaan Syaiful berusaha menyergapnya.

Namun bukannya gentar, Syaful tetap berusaha melarikan diri. Bahkan ia menyerang petugas, dengan senjata tajam (sajam) yang dibawanya. Untuk membela diri, terpaksa petugas melepaskan timah panas.

Dua butir peluru, bersarang di paha kaki kiri dan dada tersangka. Timah panas tersebut, membuat Syaiful tak berdaya. Ia pun tersungkur ke tanah. Petugas langsung membawa Syaiful ke Rumah Sakit (RS) Aisyah, Lubuklinggau. Namun didalam perjalanan, nyawanya melayang.

Kepala PolresMura, AKBP Nurhadi Handayani didampingi ‎Kasat Reskrim, AKP Teddy Ardian dan Kanit Pidum, Ipda Romi saat di konfirmasi menyebut, Syaiful selain otak pembakaran Mapolsek Rupit dan Rawas Ulu, juga gembong curas.

Dalam catatan kepolisian, sudah 40 laporan kepolisian (LP) curas yang dilakoni tersangka bersama tiga rekannya yakni, Sulpalul, Egy. Keduanya tewas ditangan anggotaTimsus Satreskrim Polres Mura, saat hendak dibekuk.

Sedangkan tersangka Edy Itam, rekan tersangka lainnya saat ini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A, Kota Lubuklinggau. “Syaiful adalah otaknya, ia sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Mura sejak 2008. Sudah beberapa kali dilakukan penangkapan terhadap tersangka, namun tersangka terkenal licin dan berhasil melarikan diri dari sergapan Timsus. Aksi yang dilakoni tersangka dan rekannya juga di Provinsi Jambi, mereka pun masuk dalam DPO Polres Jambi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, kawanan curas yang dilakoni tersangka Syaiful Cs juga memiliki kaitan dengan tersangka curas Heri Iskandar. Namun beda kelompok pemain curas Jalinsum. ‎”Kita tetap konsisten memberantas tindak pidana curas, curat dan curanmor (3C) karena menjadi atensi pimpinan Polri dan Kapolda Sumsel,” ujar Teddy.

Dia menambahkan, setiap melancarkan aksinya pelaku tindak pidana, ketiganya tidak segan-segan melukai bahkan membunuh korbannya. “Saat ini jenazah tersangka, sudah dibawa keluarganya untuk di semayamkan di rumah duka di Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit,” tukasnya.

 

TEKS            : SRI PRADES

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com