Nekat Melintasi Jembatan Ambruk, Pelajar Menantang Maut

 428 total views,  6 views today

Sejumlah pelajar tetap nekat melintasi jembatan yang ambruk menuju rumahnya di Desa Ulak Bedil, Kecamatan Indralaya. Jembatan yang dibangun pada Tahun 1995 ini ambruk pada Kamis malam.  | Dok KS

Sejumlah pelajar tetap nekat melintasi jembatan yang ambruk menuju rumahnya di Desa Ulak Bedil, Kecamatan Indralaya. Jembatan yang dibangun pada Tahun 1995 ini ambruk pada Kamis malam. | Dok KS

INDERALAYA – Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), nekat melintas di atas jembatan penghubung dua desa antara Desa Tunas Aur dengan Desa  Ulak Bedil, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang mengalami ambruk di ujung jembatan, pada Kamis (13/11) malam.

Jembatan yang dibangun pada Tahun 1995 masa Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Ogan Komering Ilir (OKI), memiliki panjang 600 meter dan lebar 3,5 meter ini ambruk akibat tidak mampu menahan beban sebuah truk pengangkut 5 ton koral saat melintas. Meski demikian, sejumlah pelajar tetap nekat menantang maut untuk menuju rumahnya.

Pemkab Ogan Ilir (OI), melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM), akan secepatnya memperbaiki jembatan tersebut. Bahkan, Kadis PUBM OI, H. Muhsin Abdullah sudah meninjau langsung lokasi tersebut.

Informasi yang  dihimpun, Jumat (14/11), awalnya sebuah truk bermuatan material bangunan berupa batu koral sedang melintas dari arah Desa Tunas Aur yang bertujuan ke Desa Ulak Bedil.

Namun sayangnya saat berada 100 meter di muara Desa Ulak Bedil badan jembatan besi tersebut turun perlahan dan ambruk beserta truk bermuatan koral yang sedang melintas di atasnya.

Beruntung truk tidak tenggelam, bersama warga trukpun dikatrol akhirnya bisa diangkat ke bibir jembatan.

Mardi, Siswa SMP 2 Inderalaya Kelas 9, mengatakan, dirinya terpaksa melintasi jembatan tersebut lantaran untuk memutar jalan butuh waktu lama.

“Kalau mau jalan lain lama Kak, jaraknya sekitar 4 km, jadi saya dan kawan-kawan terpaksa naik turun jembatan ini,” ungkapnya saat ditemui, kemarin.

Hal senada juga diungkapkan pelajar lain Wanto. Dirinya bersama rekan-rekannya terpaksa melintas lantaran jauh jika harus berputar arah.

“Sama lah Kak, jauh kalau mutar. Tadi pagi naik perahu karena buru-buru takut terlambat,” ujarnya sambil berlalu.

Warga Desa Tunas Aur, Nawawi mengatakan aktivitas warga dua desa terhambat akibat ambruknya jembatan tersebut. “Jika memaksakan diri harus memutar ke Desa Ulak Banding yang jaraknya 2 km, dengan kondisi jalan tanah merah. Tapi kalau mau cepat pakai perahu. Kami harap segera diperbaiki,” ungkapnya.

Kades Ulak Bedil, Jono Hajar mengharapkan Pemkab OI  segera memperbaiki jembatan ini, karena jembatan tersebut urat nadi masyarakat menuju kota. “Harapan kami semua sama, mudah-mudahan jembatan tersebut segera diperbaiki,” singkatnya.

Terpisah, Kadis PUBM OI, H Muhsin Abdullah didampingi Ruslan, mengaku dalam waktu dekat segera melakukan perbaikan,  pihaknya akan membuat jembatan darurat sebagai jembatan alternatif untuk penyeberangan.

Namun ditambahkan juga, pada tahun anggaran 2015 memang pihak PUBM OI sudah menganggarkan rehab  untuk pembangunan jembatan tersebut.

“Ya, pada 2015 nanti memang sudah kita programkan untuk direhab berat karena jembatan memang sudah tua dibangun tahun 1995 sebelum dimekarkan OKI, kini   tinggal nunggu proses evaluasi APBD di Gubernur November ini. Untuk  sementara masyarakat bisa melewati jalan alternatif yaitu ruas Ulak Bedil – Tanjung Agung  kalau mau ke luar arah jalan nasional Inderalaya,” pungkasnya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster