Larangan Melintas Diabaikan Truk Batubara

 294 total views,  2 views today

PALEMBANG – Larangan melintas bagi truk angkutan batubara di jalanan umum, masih saja diabaikan. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Munsi Wijaya, menyayangkan itu.

Musni menyebut, tilang sering dilakukan terhadap angkutan batubara yang melanggar larangan tersebut namun tidak menimbulkan efek jera. “Iya, di lapangan kita sering temukan beberapa kendaraan yang mengangkut batubara dan kembali ditilang, padahal sebelumnya sudah pernah dilakukan penilangan. Ini berarti kan tidak efektif,” kata Musni, Jumat (14/11).

Menurut Musni, saat ini banyak pengusaha yang melakukan pengiriman batubara dan melalui jalan raya secara kucing-kucingan. Kebanyakan mobil angkutan batubara, bergerak mulai pukul 21.00 WIB sehingga tidak tercover oleh Dishub ditiap kabupaten/kota di Sumsel.

Untuk penindakan terhadap angkutan batubara di jalan raya saat ini, kata dia, merupakan kewenangan kepolisian. “Itu kewenangan kepolisian. Transportir sering mempertanyakan kewenangan Dishub, karenanya memang perlu tim gabungan tapi tidak efektif. Pernah kita dapat 700-an truk, tetapi besok sudah jalan Mereka kucing-kucingan,” jelas Musni.

Karena itu jelasnya, pihaknya terus mempercepat pembangunan jalan khusus batubara sebagai solusi mengurangi angkutan khusus batubara di Sumsel. “Dilaporkan kepada kita saat ini dua jalan khusus batubara sudah selesai. Tapi kita belum tahu kapan akan dilaunching Gubernur, diusahakan secepatnya,” ujarnya.

Pihaknya pun akan melakukan survey ke lapangan sebelum nantinya dilaunching Gubernur Sumsel. Menurut Musni, berdasarkan laporan dari pihak pembangun jalan khusus batubara itu jalan telah selesai dan bisa dilalui serta padat jalannya. Hanya saja, lanjut Musni, jalan yang dibuat itu berdasarkan pantauan pada musim kemarau.

“Kita belum bisa menyatakan itu jalan bagus atau tidak. Saya sudah minta pada pihak pembangun jalan, saya ingin lihat kondisinya langsung, tidak hanya disaat kemarau tapi juga saat di musim penghujan. Jadi jangan sampai saat sudah dilaunching, hujan turun 3 hari dan tidak bisa dilalui,” bebernya.

Selain itu, PT RMK Energy juga tengah dalam proses membangun jalan khusus batubara di Sumsel sepanjang 150 kilometer yang menghubungkan Gandus Palembang-Simpang Meo Muaraenim. “Ada banyak perusahaan yang buat jalan khusus batubara. Jadi kami berharap ini bisa menjadi sebagasi solusi agar tidak ditemukan lagi adanya truk yang membandel,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster