Diduga Tercemar Limbah, Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen

 347 total views,  4 views today

Ilustrasi Sawah Yang Mengalami Kekeringan | Foto : Ghufron Muhammad

Ilustrasi Sawah | Dok KS

MUARAENIM – Puluhan hektar sawah di Desa Padang Bindu, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muaraenim, gagal panen. Diduga penyebabnya karena tanaman padi tersebut, terkena limbah minyak sehingga padi banyak mati dan tumbuh kerdil.

Pantauan Kabar Sumatera, sebagian sawah tanaman padi milik warga sudah mati disebabkan air dan lumpur yang masuk ke areal persawahan milik warga sudah tercemar oleh limbah minyak milik KSO Benakat Barat Petrolium (BBP), yang mengalir di Sungai Pabil (Durian Condong) dan bermuara ke Sungai Benakat.

“Tanaman padi kami gagal panen, sudah dua tahun terakhir sejak air sungai tercemar. Padi kami tidak sempat tumbuh dan berkembang,” kata Bindu Noparoh (52), warga Desa Padang Bindu ketika dibincangi, Jumat (14/11).

Menurut Bindu didampingi anaknya Darman (21), sawah milik mereka sudah dua tahun terakhir sudah tidak bisa ditanam padi lagi. Ia menyebut, air limbah yang bercampur dengan lumpur mengalir ke Sungai Pabil masuk ke areal persawahan.

“Jika Pertamina atau pihak terkait tidak percaya, silahkan turun melihat langsung ke sawah kami. Kami benar-benar sangat dirugikan,” ucap Bindu, sambil menunjuk bongkahan tanah sawah yang berwarna hitam akibat endapan lumpur minyak.

Senada dituturkan Alwin (37), warga yang sama. Ia menyebut, kebunnya kebetulan tepat berada dipinggir Sungai Pabil. Sehingga ia sebut Alwin, hampir setiap hari melihat aliran air Sungai Pabil yang berubah menjadi keruh, berbuih dan bau serat asin.

Ini menduga, limbah yang mencemari Sungai Pabil tersebut berasal dari kolam penampungan limbah milik PT KSO-BBP, yang langsung dibuang ke anak sungai. Akibatnya, banyak tanaman dan binatang yang hidup di air, mati karena keracunan oleh limbah tersebut.

“Tanaman dan hewan saja mati, apalagi kita. Ini sama saja perusahaan mau membunuh kami secara tidak langsung. Jauh kalau mau bantu masyarakat, jika tidak percaya coba orang perusahaan minum air Sungai Pabil,” ujarnya.

Terpisah, Legal PT KSO Benakat Barat Petrolium, Eko mengaku persoalan tersebut sudah dibahas. Saat ini jelasnya, tim SHE sedang turun ke lapangan mengambil sampel untuk diperiksa di laboratorium.

“Kita akan tunggu hasil laboratorium dulu, apakah terbukti atau tidak. Nanti akan kita serahkan ke pimpinan. Tunggu saja pak, nanti akan ada klarifikasi dari perusahaan,” kilah Eko.

 

TEKS           : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster