2015, Kuliah Gratis Dilaksanakan

 231 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Program kuliah gratis yang direncanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel bakal dilaksanakan pada 2015 mendatang. Mahasiswa penerima bantuan yang telah lolos verifikasi, bisa berkuliah di luar daerah bahkan luar negeri.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Widodo mengatakan, kuliah gratis akan menyasar mahasiswa dibidang yang sesuai dengan kebutuhan Sumsel di masa depan, dengan proyeksi antara 10 hingga 15 tahun ke depan.

“Kita bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang memiliki jurusan sesuai dengan kebutuhan Sumsel. Misalnya dibidang pertambangan, komunikasi atau bidang pendidikan. Kalau tidak ada, akan dicarikan ke luar daerah. Atau mungkin ke luar negeri,” kata Widodo yang dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (14/11).

Widodo menjelaskan, Sumsel akan membangun monorel dalam waktu dekat. Dalam pengelolaan kedepan, dibutuhkan mahasiswa dengan keahlian dibidang tersebut. Bila tak ada PTN di Indonesia yang menyediakan pendidikan itu, Disdik akan mempersiapkannya di luar negeri.

“Seperti di Tiongkok ada perguruan tinggi yang mengajarkan tentang ‘Railways’, dengan fasilitas memadai dan asrama gratis. Biayanya pun murah, bila dalam kurs saat ini hanya Rp1,4 juta per tahun. Murah tapi tidak murahan, artinya bisa jadi alternatif demi memajukan Sumsel ke depan,” terangnya.

Untuk menjalankan kuliah gratis, Disdik telah menganggarkan biaya hingga Rp50 miliar selama setahun. Namun Widodo belum dapat merinci berapa banyak mahasiswa yang dapat menikmati program kuliah gratis dari dana sebanyak itu.

“Jumlah mahasiswanya akan diketahui setelah kita menentukan jurusan dan kampus mana saja. Yang pasti, biaya kuliah gratis hanya meliputi Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan jangka waktu empat tahun. Bila mahasiswa bersangkutan Drop Out (DO), maka uang yang telah mereka terima harus dikembalikan. Atau, mahasiswa harus membiayai kuliahnya sendiri bila melebihi waktu yang ditentukan,” jelasnya.

Masih kata Widodo, Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Kuliah Gratis memasuki penyelesaian di Biro Hukum Pemprov Sumsel. Sedangkan Peraturan Daerah (Perda) baru akan dibahas oleh Badan Legislatif (Baleg) di DPRD Sumsel.

Widood menargetkan aturan hukum telah selesai bulan Januari 2015. “Pergub yang mengatur pelaksanaannya sesuai kebutuhan masyarakat tinggal penyempurnaan pasal dan tata bahasa oleh Biro Hukum. Sedangkan Perda menunggu Baleg terbentuk. Semoga lebih cepat dari yang kita harapkan,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster