Stop! Jadi Bangsa Pengemis

 180 total views,  2 views today

Kita semua menginginkan bangsa kita memiliki positioning yang lebih baik dari saat ini. Seperti halnya sebuah product yang di jual, ia akan automatic memiliki positioning karena beberapa hal mengenai dirinya. Bisa karena produknya memang bagus, mahal, elegant, dan lainnya. Yang ini, akan terkait dengan kebutuhan ataupun pemakai yang akan membelinya nanti. Demikian analogi tersebut juga kiranya tidak jauh beda banget dengan kondisi sebuah bangsa.
Seorang pemimpin negara yang tampil di hadapah public dunia akan menjadi cerminan bangsa itu. Jujur saja jika kita tidak mengetahui suatu negara dengan detail atau apapun, maka yang tampil di hadapan kita itulah yang mewakilinya, sehingga penampilan dia saat itu menjadi representasi sebuah bangsa yang ia wakili.
Bila penampil tersebut tampil elegant, ini akan membuat yang lain pun akan menilai demikian dengan negara yang ia wakili, jika terlihat tampil sederhana namun tetap dengan wibawa yang tetap ada bersamanya walaupun dia tetap dengan kesahajaannya, akan membuat bangsanya memiliki image demikian pada public yang menyaksikannya saat ini.
Namun sebaliknya, jika tampil terlihat memaksakan diri, tidak bisa bicara tapi tetap “cas-cus” yang menurut ukuran dunia itu “ngomongnya tidak dimengerti” maka akan demikian pula dengan image terhadap bangsa yang diwakilinya.
Sebagian orang yang sedang ingin atau sudah jadi pemimpin, selalu mencoba belajar bagaimana membuat presentation yang kita bawakan untuk menarik audience. Sehingga mereka hadir bukan hanya karena hubungan negara saja, mereka punya kepentingan saja. Namun akan semakin membuat mereka semakin tertarik dengan bangsa kita. Itu baru yang dinamakan mengangkat harkat bangsa atau kata umumnya “menjual” yang hebat.
Terlepas dari itu semua, kiranya yang perlu diperbaiki adalah internal bangsa sendiri dahulu. Kita tidak perlu mengemis kepada bangsa lain untuk berinvestasi di negara kita jika kita mampu mengelola sumberdaya kita dengan sangat baik. Investor akan hadir jika mereka yakin dengan kondisi negara kita. Bila orang-orangnya cakap, tangguh dan potensial, infrastruktur terjamin, regulasi dan perlindungan juga baik, maka tanpa perlu berdagang pun mereka yang datang kepada kita.
Namun sayangnya kadang bangsa kita suka melakukan sesuatu dari hilir terus, sehingga kadang hulunya tidak terjamah, padahal yang menjadi sumber masalah masih ada di hulu. Ibarat pepatah “bersihkan dulu atasnya maka bawahnya akan ikut bersih” kiranya juga menjadi langkah yang seharusnya dilakukan.
Sebelum investor datang, bereskan dulu internal terkait dengan itu.
Sebelum naikkan BBM bereskan juga seluk beluk sebelumnya yang mengapa harga sampai demikian, perlu membuat transparent proses yang diketahui seluruh rakyat, karena negara ini rakyat yang punya. Sementara wakil-wakil yang mewakilinya berbicara, menjual atau pun lain-lain hanya lah pegawai mereka.
Kembalikan semua pada proses yang benar, berhentilah jadi bangsa pengemis, kita malah bisa menjadi bangsa dermawan yang siap berinvestasi di berbagai negara sehingga bangsa kita semakin menjadi bangsa yg bermartabat dan memiliki wibawa di mata dunia.**





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster