Penghijauan Kota Digenjot 2015, BLH tak Libatkan Pihak Ketiga

 1,079 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) menargetkan, program penghijauan di Kecamatan Tebing Tinggi, akan digenjot pada 2015 mendatang. Namun dalam pelaksanannya tidak melibatkan pihak ketiga.

Kepala BLH Empat Lawang, Darno Bakar menjelaskan, untuk penghijauan ibukota Empat Lawang ini, BLH bakal melibatkan pegawai dan tenaga honorer disemua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Empat Lawang.

Tekhnisnya kata Darno, BLH akan menyiapkan pembibitan pohon pelindung dan buah-buahan, untuk penghijauan. Nah, setelah bibit siap, SKPD akan diminta secara swadaya membantu penanaman pohon penghijauan itu disepanjang Jalan Lintas Sumatera Tengah (Jalinsumteng) dan jalan provinsi, terutama di wilayah ibukota kabupaten.

“Kita siapkan bibit, penanamannya akan dilakukan serentak oleh semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer di semua SKPD yang ada di Empat Lawang. Waktunya, kan bisa memanfaatkan agenda Jumat bersih,” kata Darno, Kamis (13/11).

Menurut Darno, melibatkan pihak ketiga akan mengeluarkan dana besar karena harus melalui proses tender. Dengan melibatkan PNS dan honorer sebut Darno, selain menghemat anggaran juga memberi motifasi ke masyarakat, agar ikut menghijaukan lingkungannya.

Tak hanya pohon pelindung, BLH juga akan menyiapkan juga bibit pohon buah seperti mangga, jambu dan rambutan. “Kalau bibitnya siap, kita akan bagikan juga ke masyarakat. Ya, sekalian membudayakan lagi kebersihan dan melestarikan lingkungan,” jelasnya.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, tanaman penghijauan Kota Tebing Tinggi saat ini sudah banyak mati. Beberapa waktu lalu, petugas kebersihan diminta untuk menanam ulang pohon pelindung tersebut secara swadaya oleh Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota.

Kebijakan itu mengundang kritik dari masyarakat, sebab tak seharusnya Pemkab Empat Lawang meminta petugas kebersihan menanam pohon pelindung secara swadaya karena anggarannya sudah ada. “Anggarannya kan ada, kalau pun tidak ada kenapa dinas terkait tidak menganggarkannya,” kritik Doni (35), warga Tebing Tinggi yang dibincangi Kabar Sumatera, kemarin.

 

TEKS          : SAUKANI

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster