Pembangunan Monorel, Groundbreaking Dimulai Januari 2015

 332 total views,  2 views today

Ilustrasi Monorel | Riandito.wordpress.com

Ilustrasi Monorel | Ist

PALEMBANG – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel menargetkan, pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama, untuk pembangunan mega proyek monorel di Palembang, mulai dilakukan Januari mendatang.

“Proyek monorel ini sudah dilakukan Market Sounding di Bappenas beberapa waktu lalu, kemungkinan proses tender awal sudah bisa dimulai 8 Desember,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Musni Wijaya saat dibincangi, Kamis (13/11) di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang.

Menurut Musni, sejumlah investor telah melirik dan menyatakan minatnya untuk bergabung dalam proyek monorel pertama di Indonesia ini. “Sudah ada beberapa negara yang tertarik, antara lain perusahaan dari Malaysia dan Korea. Tapi kita belum bisa memastikan, mengingat proses tender baru dilakukan bulan depan. Kita baru bisa melihat keseriusan mereka jika proses tender dimulai, dan mereka ikut mendaftar,” terang Musni.

Ia menegaskan, jika proses tender tersebut dilakukan sesuai jadwal, pihaknya optimistis jika, groundbreaking proyek senilai Rp 7,5 triliun ini, juga bisa dimulai. “Dengan catatan kalau lancar. Besaran dana yang dibutuhkan pun secara keseluruhan, bukan hanya untuk kereta nya saja, melainkan mulai dari stasiun, pembebasan lahan, tiang pancang serta administrasi pendukung lainnya,” paparnya.

Terkait pembebasan lahan ia menyebut, selama pembangunan setidaknya membutuhkan 13 titik stasiun. Ada beberapa penempatan aset-aset daerah, yang dekat dengan stasiun itu bisa dikerjasamakan. Untuk beberapa stasiun lain, yang tidak dengan aset pemerintah maka akan dibangun stasiun diatas badan jalan.

“Untuk pembebasan tanah karena manuver untuk tikungan kereta lebih jauh, maka perlu pembebasan tanah dibeberapa tikungan dan hanya seperti itu saja. Tidak akan besar sekali untuk pembebasan tanahnya,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan monorel sebagai transportasi umum sangat dibutuhkan masyarakat saat ini, khususnya di Sumsel. Karena hasil penelitian, Kota Palembang akan mengalami macet total pada 2019 mendatang. “Karenanya monorel harus segera dibangun,” ujarnya.

Terpisah, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri mengatakan, bahwa banyak hal yang masih harus dikaji untuk pembangunan monorel terlebih pada manfaat penghubung di masing- masing titik.

“Kita harus memikirkan penghubung antara masing-masing titik, karena yang paling sulit itu mengenai pembebasan tanah. Tetapi untuk tempat-tempat turunnya, diupayakan di Pasar KM 5 dan Pasar Cinde yang kita kita ketahui, besaran pembebasan lahan bisa ditekan,” ujarnya.

Pemprov Sumsel pun lanjut, membuka peluang bagi pengusaha-pengusaha domestik maupun luar untuk memanfaatkan peluang ini mengingat pembangunan ini membutuhkan dana yang cukup fantastis.

Monorel ini juga jelasnya, bukan seperti double track yang punya dua lintasan pulang dan pergi. Berhubung hanya satu lintasan, jadi harus disiapkan tempat pengaturan agar sistemnya tidak berbenturan, satu sama lain.

Sebagai informasi, lintasan monorel yang akan dibangun terdiri dari empat koridor. Koridor pertama melewati Masjid Agung-Jakabaring-Lingkar Selatan. Koridor dua, Jalan Parameswara-Unsri Bukit Besar- Kapten A Rivai- Veteran- Perintis Kemerdekaan-RE Martadinata- Mayor Zen.

Sedangkan koridor tiga di Jalan Demang Lebar Daun- Basuki Rahmat- R Sukamto- Residen Abdul Rozak- Patal Pusri. Untuk koridor empat, Masjid Agung (Ampera)-Jalan Jenderal Sudirman-Bandara SMB II.

Namun untuk tahap awal, koridor pertamalah yang akan dibangun. Koridor ini mulai dari Bandara SMB II menuju Masjid Agung, dengan panjang lintasan 15 kilometer (Km). Setelah itu dari Masjid Agung menuju Jakabaring, dengan panjang lintasan sekitar 10 Km. Di koridor pertama ini, ada 15 stasiun pemberhentian yang akan dibangun tanpa masinis, monorel ini direncanakan menggunakan tenaga baterai bukan listrik.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster