Angkot “Ngetem” Sembarangan, Petugas Diminta Tegas

 396 total views,  2 views today

INDERALAYA – Banyaknya Angkutan Kota (Angkot), yang berhenti di depan Pasar Indralaya mengakibatkan hampir setiap hari di kawasan tersebut macet. Terlebih lagi jika terdapat pasar kalangan, Selasa dan Kamis, kemacetan tersebut hingga mencapai 3 kilometer.

Keadaan tersebut hampir setiap harinya dikeluhkan pengandara yang melintas maupun warga yang hendak ke pasar.

Anto (23), pengemudi yang setiap hari lalu lalang di Pasar Inderalaya, mengatakan, jika kendaraan-kendaraan ini bisa tertib menjalani aturan lalu lintas yang ada, dirinya yakin macet di sekitar pasar Inderalaya bisa diminimalisir.

“Ini tidak, kendaraan taksi kuning dan bentor ada yang ngetem di jembatan, bahkan menaikan dan menurunkan penumpang di jembatan. Ya, coba ikuti aturan, budayakan antre di dalam terminal, supaya tertib dan tidak macet,” keluhnya, Kamis (13/11) kemarin.

Dirinya menyayangkan, jalan di sekitar Pasar Inderalaya sempit, masih saja banyak kendaraan yang ngetem di jembatan Pasar Inderalaya.

“Petugas juga tidak tegas, coba kalau mereka tegas, seperti Dishub dan Sat Lantas, melakukan tilang kendaraan nakal itu, pasti mereka jera, tidak mau lagi melakukan kesalahan untuk kedua kalinya,” tuturnya.

Salah satu sopir taksi kuning, Yusuf mengatakan, saat ini taksi kuning berangsur sudah ditinggalkan warga, karena warga lebih memilih naik bentor, yang bisa diantar langsung ke tujuan.

“Inilah salah satu penyebab, kenapa taksi kuning banyak membandel. Ya, kami memiliki surat menyurat lengkap, plat kami kuning, khusus untuk menaksi. Tapi, bentor ini tidak jelas. Penyebabnya apa, pendapatan kami berkurang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Ogan Ilir, Drs H Mutarsyah melalui Kepala Bidang, LLAJ, Yusrizal mengaku, pihaknya bukan tidak tegas, namun pihaknya saat ini dihadapkan dengan dilema.

“Disatu sisi, kendaraan taksi kuning bisa dikatakan sudah menjalani aturan, di satu sisi bentor pengemudinya untuk menghidupi keluarganya. Ya, sama-sama untuk cari makan. Intinya, ada kecemburuan sosial antara taksi kuning dengan bentor ini,” paparnya.

Untuk melakukan tindakan, pihaknya mengaku tidak memiliki wewenang, jika tidak didampingi Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Ogan Ilir. “Kewajiban kita hanya mengatur dalam terminal, dan di jembatan timbangan, ini jelas dalam aturan yang ada. Jika sudah keluar di sana, kita harus didampingi pihak Lantas,” sambungnya.

Pihaknya tidak menyangkal, jika taksi kuning dan bentor adalah salah satu penyebab sekitar pasar Inderalaya sering mecet.

“Nantilah, kita koordinasikan lagi dengan pihak Dishub. Yang pasti, pak Bupati sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengurai kemacetan yang sering terhadi di sana,” katanya.

Dicontohkannya, seperti dibangunnya jembatan Tanjung Seteko, Tanjung Putus, dan Tanjung Baru. “Nanti kalau sudah selesai, dan sudah bisa dilalui, angkot dan bentor akan kita tata ulang untuk trayeknya,” tukasnya.

 

Teks     : Junaedi Abdillah

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster