2015, Kampus UIN Raden Fatah Dibangun

 2,177 total views,  2 views today

ilustrasi Kampus IAIN raden Fatah Palembang | Dok KS

ilustrasi Kampus IAIN raden Fatah Palembang | Dok KS

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin memastikan pada pertengahan 2015 mendatang, pembangunan tahap pertama kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang di Jakabaring, akan dibangun.

“Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Pepres) perubahan IAIN Raden Fatah menjadi UIN, karenanya kami meminta petinggi di UIN Raden Fatah segera menyiapkan semuanya baik penambahan fakultas, dosen dan lainnya,” kata Alex yang dibincangi usai menghadiri wisuda UIN Raden Fatah, Kamis (13/11).

Politisi Partai Golkar ini menyebut, bahwa perjuangan tokoh-tokoh ulama, pemerintah, serta pihak UIN yang selama ini ingin mewujudkan IAIN menjadi UIN, sudah tercapai. “Saya berjanji dihadapan hadirin yang hadir semua di sini, bahwa target UIN akan selesai sebelum masa jabatan saya berakhir yakni di 2018 mendatang. Kemudian mengiring Islamic Center dan Masjid Raya Sriwijaya, yang akan dijadikan satu komplek dengan UIN,” kata Alex.

Rektor UIN Raden Fatah, Aflatun Muchtar menerangkan, pada wisuda ke-58 kali ini bertepatan dengan hari jadi atau Dies Natalies Emas IAIN yang ke-50. Yang mana pada 13 November 1964, secara resmi IAIN Raden Fatah diresmikan. Menurutnya dalam wisuda kali ini, ada 960 mahasiswa yang di wisuda.

“Dengan berubahnya status IAIN Raden Fatah menjadi UIN Raden Fatah, kiat sudah merancang segala persiapan mulai dari membangun kampus B di Jakabaring, menambah dosen dan tenaga pengajar, program-program studi umum dan lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, selain Palembang ada tiga IAIN lain yang bertransformasi menjadi UIN yaitu, Medan, Semarang, dan Mataram. “Keempat kampus ini pun, dibantu dana hibah oleh Islamic Development Bank (IDB) dengan jumlah yang sama yakni sebesar Rp 430 miliar,” jelasnya.

Lukman juga menegaskan, pengelolaan perguruan tinggi negeri berlabel agama tetap dibawa naungan Kementrian Agama, walau pun saat ini sudah ada Kementrian Ristek dan Dikti. “Selama ini, pendidikan tinggi keagaman dibawahi Kementrian Agama. Ini juga ditegaskan dalam UU yang berlaku, namun kita akan tetap berkoordinasi dengan Kementrian Ristek dan Dikti,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster