Revitalisasi Pasar Cinde Terganjal Perda

 362 total views,  2 views today

Ilustrasi Pasar Cinde | Dok KS

PALEMBANG – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), untuk melakukan revitalisasi Pasar Cinde masih terganjal Peraturan Daerah (Perda). Padahal revitalisasi pasar tersebut, pola kerjasama dan perencanaanya harus sudah diselesaikan tahun ini.

“Tahun ini, harus bisa finalisasi. Tetapi proyek ini, harus ada Perda sebagai dasar hukumnya. Ini yang menjadi ganjalan, karenanya secepatnya Perda revitalisasi Pasar Cinde tersebut diusahakan masuk dalam Program Legislasi Daerah (prolegda) 2015,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Laonma PL Tobing, Rabu (12/11).

Setelah Perda disahkan jelas Laonma, barulah kedua pihak bisa menentukan seperti apa pola pembangunan yang digunakan, untuk membangun kembali Pasar Cinde. “Nanti diawal tahun, akan kita ajukan Perda yang sesuai dengan kerjasama Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel, dalam Prolegda 2015. Makanya pembentukan kerjasama ini, mesti kita percepat. Karena kalau telat, dan tidak sempat mengajukan dalam Prolegda nanti, bisa lama lagi. Kita mesti tunggu 2016 nanti,” terangnya.

Laonma belum dapat memprediksi pola pembangunannya. Apakah akan menggunakan pola Build Operate Transfer (BOT) yang artinya pembangunan dan pengelolaan diserahkan kepada swasta sepenuhnya hingga batas waktu tertentu, atau menggunakan pola lainnya.

“Itu untuk tahap dua. Pokoknya sekarang, kita kejar dulu bentuk kerjasama mesti final sebelum akhir tahun, dipikirkan bagaimana supaya tidak ada yang dirugikan. Karena yang berpotensi dirugikan adalah pihak Pemko yang saat ini memiliki aset tanah dan bangunan Pasar Cinde,” imbuhnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa pencanangan pasar tradisional bertemakan Tapi untuk progres rencana ini tetap berjalan. Pemprov memprioritaskan pembangunan lantai dua pasar tersebut untuk mengakomodir para pedagang.

Sementara itu Asisten II Pemprov Sumsel, Ruslan Bahri menambahkan, dalam revitalisasi kembaran Pasar Johar di Semarang itu, akan dibangun hingga sembilan lantai tanpa mengubah fungsi awalnya yang berupa pasar tradisional.

Lantai satu dan dua jelasnya, akan diisi oleh para pedagang yang sampai sekarang masih berdagang di Pasar Cinde. “Dalam rancangan awal, lantai satu dan dua memang akan diisi oleh para pedagang yang menjual barang kebutuhan pokok seperti yang ada sekarang ini,” sebut Ruslan.

Ia menyebut, relokasi lapak pedagang yang sekarang tetap dilakukan sembari menunggu pembangunan Pasar Cinde, yang nantinya direncanakan akan berintegrasi dengan stasiun monorel pada bagian atas gedung pasar tersebut.

Untuk jumlah lapak para pedagang di lantai satu dan dua, sementara ini akan disesuaikan dengan lapak standar yang ada. “Pemprov, sengaja memprioritaskan dua lantai untuk memasukkan para pedagang yang telah ditempatkan di lapak sementara tadi,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster