Oknum PLH Samsat Palembang Bawa Kabur Puluhan STNK

 259 total views,  2 views today

PALEMBANG – Diduga telah melakukan tindak penipuan, dengan membawa kabur 53 surat tanda kendaraan bermotor (STNK), Devi (27) oknum pegawai lepas harian (PLH) di Samsat Palembang, dilaporkan korbannya ke sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palembang.

Terungkapnya tindak pidana penggelapan STNK Motor ini, dari pernyataan Dirman selaku Kepala UPTD Samsat Palembang. Dibeberkan Dirman, sudah banyak keluhan pemilik kendaraan yang STNK tidak kunjung diterima meski uang pajak sudah disetorkan.

Menurut pemilik kendaraan, mereka membayar pajak kepada Devi, yang memang bertugas mengurusi penerimaan setoran pajak di Samsat Palembang. “Sejak adanya informasi itu, kita berhentikan Devi sejak Agustus 2014 lalu. Saya tegaskan, dia sekarang tidak lagi tercatat sebagai PLH Samsat Palembang,” kata Dirman.

Dilanjutkan Dirman, modus yang dilakukan Devi yakni dengan melayani pembayaran pemilik kendaraan. Diduga, sebagian setoran pajak yang diterima Devi tidak seluruhnya disetorkan ke Samsat Palembang, melainkan masuk ke rekening pribadinya.

Dirman sendiri mengaku belum mengetahui berapa pasti uang setoran pajak yang sudah dilarikan Devi. Pasalnya, seluruh berkas pembayaran yang sudah disetorkan oleh pemilik kendaraan langsung kepada Devi. Hanya berkas setoran yang tidak ia larikan disetorkan ke Samsat Palembang.

Masih kata Dirman, Devi melakukan tindak pidananya ini secara individu, bukan korporasi. Dirman mengaku baru mengetahui kelakuan Devi ketika banyak keluhan dari pemilik kendaraan yang tidak kunjung menerima STNK meski uang sudah disetor.

“Kita tidak bisa melaporkan ke polisi karena yang menjadi korban itu pemilik kendaraan. Jadi, pemilik kendaraanlah yang bisa melaporkan ini ke aparat kepolisian,” kata Dirman.

Mencegah hal ini terulang kembali, Dirman berencana untuk tidak lagi menugaskan pegawai yang statusnya belum PNS. Pasalnya, jika ini terulang kembali, akan sulit mencari identitas seorang oknum yang bukan PNS karena datanya tidak terdata.

Pasalnya, seorang PLH adalah pegawai yang dipekerjakan oleh seseorang dan tidak memiliki gaji resmi.

Dilanjutkan Dirman, di waktu ke depan, ia akan menempatkan seorang pegawai yang mengurusi pembayaran pajak kendaraan minimal berstatuskan K2.

Saat ini, petugas penerima pajak sudah tidak ada lagi yang berstatuskan PLH. “Pajak kendaraan yang ia larikan terdiri dari kendaraan roda dua dan roda empat. Ia sudah menjadi PLH di Samsat Palembang sejak saya belum menjabat sebagai Kepala UPTD Samsat Palembang,” kata Dirman.

Dari informasi di lapangan, sejumlah korban penipuan dari ulah Devi dikabarkan sudah melapor ke SPKT Polresta Palembang. Namun, ketika dikonfirmasi, belum diketahui apakah sudah diterima atau belum laporan dari korban tersebut.

“Saya belum menerima informasi adanya laporan berkaitan dengan kasus ini. Nanti akan saya cek lagi,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang, Komisaris Polisi (Kompol) Suryadi.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster