Kuota Mencukupi, BBM di Sumsel Dijamin tak akan Langka

 248 total views,  2 views today

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menjamin, tidak akan ada pembatasan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi walau pun ada permintaan pembatasan tersebut dari pemerintah pusat.

Sebab kata Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman, kuota BBM subsidi untuk Sumsel masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan BBM di Sumsel hingga akhir tahun nanti. Menurutnya, setiap provinsi sudah “dijatahi” kuota BBM nya setiap tahun dan untuk Sumsel masih mencukupi.

“Saat ini kuota BBM bersubsidi di Sumsel, masih aman hingga Desember. Kuota BBM bersubsidi Sumsel inilah, yang nantinya dibagikan ke kabupaten/kota,” kata Mukti yang dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (12/11).

Karenanya sebut Mukti, masyarakat Sumsel tidak perlu terpancing dengan adanya rencana pembatasan penjualan BBM subsidi tersebut. Masyarakat menurutnya, tidak perlu panik untuk mendapatkan BBM sebab tidak akan ada kelangkaan BBM di Sumsel.

“Banyak masyarakat terpancing isu, yang dihembuskan kalau stok BBM subsidi tinggal hitungan hari. Akibatnya banyak masyarakat yang menyerbu SPBU, karena takut kehabisan BBM bersubsidi,” ujarnya.

Disinggung adanya pembatasan penjualan BBM subsidi di Batam, Mukti menyebut itu dilakukkan karena di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tersebut, banyak terjadi penyelundupan BBM dengan menggunakan kapal-kapal ikan ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. “Berbeda dengan Sumsel yang menjadi pusat distribusi BBM ke provinsi tetangga, sehingga tidak perlu melakukan pembatasan BBM,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel, Sri Dewi Titilestari mengatakan, hingga saat ini belum ada kebijakan yang mengatur penghapusan subsidi BBM untuk nelayan. Sehingga nelayan di Sumsel dipastikan, tetap dapat menikmati subsidi BBM pada tahun 2015 mendatang.

Mekanismenya jelas dia, tidak berbeda dengan tahun ini. Untuk tahun depan, mekanisme subsidi BBM untuk nelayan tetap akan berjalan dengan berdasarkan surat edaran dari Pertamina UPMS II Palembang.          

Ia mengatakan subsidi BBM jenis solar, hanya akan diberikan pada nelayan kecil. “Langkah ini dilakukan untuk melindungi nelayan dari dampak kenaikan harga BBM, agar ekonomi mereka tidak terpuruk,” tutur Sri.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan sempat melontarkan wacana untuk menghapuskan subsidi BBM untuk nelayan, karena dianggap tidak tepat sasaran. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menghentikan kebijakan tersebut dan mengalihkannya ke bantuan langsung yang dibutuhkan nelayan.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster