Ketahuan Memperkosa Anak Dibawah Umur, Amin Nekat Terjun ke Sungai

 232 total views,  6 views today

Ilustrasi Tenggelam

MUARAENIM – Akibat nian bejatnya, Amin Winarto (23), kena getahnya. Amin nekat terjun ke dalam sungai karena takut diamuk massa setelah niatannya untuk memperkosa Mawar (11), gagal karena dipergoki bibi korban.

Amin yang ketakutan lari tunggang-langgang dari kejaran warga. Untuk menyelamatkan jiwanya, ia terpaksa terjun ke sungai tak jauh dari lokasi kejadian. Hampir satu jam berenang, akhirnya Amin pun kelelahan hingga tak sadarkan diri.

Beruntung ada warga desa lain yang melihatnya, lalu menolongnya. Ia pun kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Dr HM Rabain, Muaraenim. Namun ia tidak bisa beristirahat lama, sebab anggota Satreskrim Kepolisian Resort (Polres) Muaraenim, menjemputnya setelah mendapatkan laporan dari ibu korban, Leni (31), warga Desa Tanjung Jati, Muaraenim, Senin (10/11) sore.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, kejadian tersebut berawal saat tersangka berjalan kaki tidak tahu kemana arahnya. Dari kejauhan, ia melihat Mawar duduk sendirian ditumpukan batubata.

Tanpa disadari bocah tersebut, pakaian yang dikenakannya sedikit terbuka sehingga paha nya terlihat. Melihat itu, jiwa muda Amin bergolak. Nafsu birahi nya pun berhasil mengalahkan akal sehat, sehingga dengan nekat ia mencoba untuk menggerayangi Mawar.

Berpura-pura bisu, Amin dengan bahasa tubuhnya seakan-akan kehausan. Ia pun meminta minum kepada Mawar. Mawar yang iba, kemudian memanggil bibinya untuk dibawakan air minum.

Saat bibinya masuk ke dalam rumah itu lah, tersangka menyergap tubuh Mawar. Lalu, membekap mulut Mawar dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya mencekik leher Mawar.

Amin kemudian berusaha untuk mencium bocah yang ada didepannya tersebut. Tetapi, niatnya itu tidak kesampaian, karena bibi korban keburu keluar rumah dan memergokinya sekaligus meneriakinya.

Amin yang ketakutan secepat kilat kabur menuju Sungai Lematang yang ada di Desa Tanjung Jati. Sementara warga yang mengetahui hal tersebut, berusaha mengejarnya. Bahkan ada warga yang melemparnya dengan menggunakan batu, sempat mengenai kepala tersangka hingga terluka.

Meski selamat dari amukan massa., tetapi ia keletihan saat berenang di sungai hingga sampai ke desa lain. Akhirnya, Amin pingsan di sungai tersebut. Beruntung ada warga yang melihatnya langsung menyelamatkannya.

Dihadapan penyidik Polres Muaraenim, Amin mengakui semua perbuatannya tersebut. “Ya pak, saya mengakuinya. Saya khilaf saat itu, karena takut diamuk warga saya berlari dan terjun ke sungai. Saya baru sadar, setelah ada di RS,” ujarnya.

Kepala Polres Muaraenim, AKBP Mohamad Aris melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto ketika di konfirmasi membenarkan telah mengamankan tersangka. “Tersangka kita amankan, setelah mendapatkan laporan dari ibu korban. Saat ini tersangka sudah kita amankan, untuk diproses lebih lanjut,” tukasnya.

 

TEKS            : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster