Kepala PMI Palembang : Jangan Gunakan Jasa Calo Darah

 314 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Kepala Palang Merah (PMI) Kota Palembang, Anton Suwindro mengingatkan kepada keluarga pasien yang membutuhkan donor darah, agar tidak menggunakan jasa calo. Sebab, hal itu sudah dilarang.

“Bagi keluarga pasien yang membutuhkan darah, dihimbau datang langsung ke kantor dan berhubungan dengan petugas PMI yang resmi. Kami sudah memberhentikan empat oknum petugas, yang melakukan jual beli darah,” kata Anton yang dibincagi usai usai pembukaan musyawarah PMI Kota Palembang ke-VIII di Kantor Wali Kota Palembang, Rabu (12/11).

Anton menyebutkan, orang yang melakukan praktek jual beli darah, termasuk dalam kategori tindak pidana dengan ancaman hukuman kurungan tujuh tahun. Adapun modus yang dilakukan oknum tersebut misalnya, berpura-pura stok darah kosong.

Namun, ketika di iming-imingi uang, maka darah tersebut bisa di cari. “PMI ini bekerja secara sosial dan sukarela. Saya tidak main-main. Begitu ada oknum yang melakukan hal itu, langsung di berhentikan,” tegasnya.

Untuk mengindari terjadinya kekosongan darah yang menyebabkan praktek jual beli, Anton berharap, kedepannya perlu diperbanyak pendonor darah sukarela yang bisa menyumbangkan darahnya. Dengan begitu, stok darah dapat terpenuhi semuanya.

“Yang lebih bagus lagi, yang membutuhkan darah dapat donor darah dari keluarga atau teman secara langsung. Karena hal itu bisa menghasilkan darah yang segar dan kualitasnya bisa dijaga. Biasanya kualitas darah dari orang sembarangan apalagi dari calo tidak bagus,” ujarnya.

Ditanya berapa harga satu kantong darah, Anton menjawab, harga jual kantong darah tetap mengacu pada peraturan yang ada yakni Rp 360 ribu per kantong. “Dana itu adalah biaya pengganti pengolahan darah. Karena kantong-kantong darah, masih di impor dari luar dan belum diproduksi sendiri. Mudah-mudahan tahun depan PMI, sudah ada lisensi dari salah satu perusahaan untuk bisa membuat kantong darah di Indonesia. Untuk darahnya tidak ada biaya,” bebernya.

Lebih jauh Anton menjelaskan, kebutuhan darah di Palembang ini mencapai 75-100 Kantong per hari. Tapi, angka tersebut tetap tercukupi. “Palembang tidak mengalami kelangkaan darah. Hanya saja, kalau terjadi kekurangan darah dikarenakan Palembang juga melayani kebutuhan pasien dari luar Palembang,” jelasnya.

Mengenai darah apa saja yang kurang kata Anton, pihaknya terkadang kesulitan untuk memenuhi darah AB. Karena sulit diperoleh. “Populasi darah AB sedikit. Untuk memenuhinya, kami buat komunitas darah AB. Sehingga sewaktu-waktu pendonor darah AB bisa kami panggil untuk membantu sesama mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo berharap, PMI Kota Palembang dapat terus menerus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Ini berkaitan dengan kemasyarakatan, yah harus lebih ditingkatkan, terutama menekan percaloan darah,” tukasnya.

 

TEKS            : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster