Akibat Gedung tak Berkaca, Pasar Tradisional Kalah Saing

 259 total views,  2 views today

PALEMBANG – Maraknya pembangunan mall di Kota Palembang, membuat sebagian warga memilih meninggalkan pasar-pasar tradisional. Bahkan, di kalangan anak muda, mall seakan menjadi persinggahan yang sejuk dan nyaman di banding pasar tradisional.

“Pasaar tradisional kini sudah tidak lagi menjadi andalan bagi anak- anak muda sekarang, walaupun sebagian masih ada, paling tidak hanya untuk belanjan yang memang dibutuhkan,” kata Ade Tria kepada Kabar Sumatera, Rabu (12/11),

Mahasiswa Universitas Sriwijaya Jurusan Arsitektur ini menyebutkan, ia sepakat memang tak seluruhnya menjadikan mall tempat belanja yang mewah.

“Saya masih tetap kok ke pasar tradisional, kalau untuk belanja dalam jumlah besar, saya mending ke tradisional dari pada mall, karna harga jatuhnya bisa lebih murah,” ujarnya.

Ia berkata, tiap harinya jumlah pengunjung mall bisa berubah-ubah, biasanya hari libur tiba, pengunjung akan membludak di setiap mall yang ada di Kota Palembang.

Tidak hanya anak muda, orang dewasa juga ketagihan ke mall, apalagi dengan suasana yang dingin dan nyaman.

“Kalau ada yang bawa anak mau ke pasar tradisional kasian anaknya. Panas banyak debu, tapi kalau kita ajak ke mall, mereka bisa sambil main saat saya belanja, menurut saya harganya juga tidak beda jauh,” kata Veta, pengunjung Mall Palembang Squer (PS).

Debi, salah satu SPG yang di PS berkata, kemungkinan orang-orang lebih cari nyaman, atau juga jangka waktu bukanya yang lebih lama,

“Kebanyakan orang memang sudah nyaman, ketika dia nyaman pasti susah buat ketempat lain, dan Mall bisa sampai malam jadi orang tidak terburu- buru,” jelas Debi.

 

TEKS       : YUNI DANIATI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster