Tersangka Tipikor PNBP Polres Lahat Diperiksa

 288 total views,  2 views today

PALEMBANG – Oknum anggota Polri yang bekerja di bagian Pelayanan Masyarakat (Yanma) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Dadang, menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Sumsel, Selasa (11/11) kemarin.

Tersangka dugaan pengelembungan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Polres Lahat ini menjalani pemeriksaan dengan masih mengenakan seragam dinas.

Informasi yang dihimpun, Dadang menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Mantan Bendahara Penerimaan (Benma) Sat Lantas Polres Lahat ini menjalani pemeriksaan dengan didampingi pengacara. Ia dicecar sekitar 20 pertanyaan oleh tim penyidik.

Dikatakan Kabid Humas Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, didampingi Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir, ini adalah pemeriksaan yang kelima kalinya untuk Dadang.

Dari lima pemeriksaan itu, Dadang dinilai kooperatif dengan selalu memenuhi panggilan dan tidak bertele-tele menjawab pertanyaan penyidik. “Selain memintai keterangan, kita juga sudah menyita beberapa dokumen dari Dadang. Dokumen ini akan dijadikan alat bukti untuk melengapi berkas pemeriksaan,” kata Djarod.

Sejauh ini, beber Djarod, Dadang masih ditetapkan sebagai tersangka tunggal dugaan tipikor di Sat Lantas Polres Lahat. Belum didapat indikasi perbuatan Dadang ia lakukan secara korporasi. Ini didapat dari pemeriksaan sejumlah saksi, yang datang dari Sat Lantas Polres Lahat, Bank BNI, dan beberapa saksi lainnya.

Selain masih intens memeriksa Dadang sebagai tersangka, lanjut Djarod, Ditreskrimsus Polda Sumsel juga masih menunggu audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Palembang yang sampai saat ini belum ada hasilnya.

Untuk indikasi awal, kerugian negara ditengarai senilai Rp1 miliar lebih. Modus yang dilakukan Dadang, jelas Djarod, adalah mengurangi dana PNBP kepada atasan. Sisa setoran dana ditengarai masuk ke rekening pribadi Dadang.

Namun, penyidik tidak bisa menemukan keberadaan uang diduga karena sudah dibelanjakan. “Ia melakukan ini dari periode 2009 hingga 2011. Dugaan awalnya, yang ia setorkan tidak seluruhnya, melainkan hanya sebagian dan masuk rekening pribadi,” kata Djarod.

 

TEKS     : Oscar Ryzal

EDITOR    : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster