RTRW Terhambat di Kawasan Hutan

 319 total views,  2 views today

Ilst. Hutan

Ilst. Hutan

PALEMBANG – Masalah batas wilayah dan kawasan hutan, menjadi faktor utama sulitnya menentukan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di sebuah wilayah. Hal tersebut seperti terjadi di Musi Banyuasin dan Prabumulih, sehingga sampai sekarang dua daerah itu belum memiliki Perda RTRW.

“Pemprov Sumsel akan mendorong percepatan penerbitan Perda RTRW, bagi daerah-daerah yang belum memiliki Perda RTRW. Sebagai contoh, ada dusun di Selangit, Musi Rawas Utara (Muratara) yang masuk di kawasan hutan. Kemudian, di Muara Enim ada kawasan hutan MHP,” kata Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman saat dibincangi di Hotel Arista, Selasa (11/11).

Permasalahan yang sering ditemui di lapangan kata dia, secara de facto biasanya kawasan tersebut, sudah di mukimi masyarakat akan tetapi secara de jure kawasan tersebut masih termasuk kawasan hutan. Untuk itu, pemprov akan melakukan perundingan dengan Kementerian Kehutanan. “Kita sudah beberapa kali rapat, dan di rapat tersebut kita telah mengajukan argumentasi. Ada yang sudah clear dan ada yang belum,” lanjutnya.

Adapun upaya lain yang dilakukan Pemprov Sumsel untuk mempercepat penerbitan RTRW, antara lain, melibatkan sektor perkebunan dan kehutanan serta sektor-sektor lainnya. Menurut Mukti, setiap desa juga harus memiliki tata ruang yang baik, karena desa juga perlu pembangunan.

“Tapi permasalahannya, banyak juga beberapa desa ada permasalahan batas wilayah dengan desa lainnya, inilah yang sulit. Akan tetapi, paling tidak pemukiman itu sudah ada bimbingan dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya kabupaten/kota masing-masing. Seperti bagaimana cara membangun rumah yang baik serta ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Sumsel, Eddy Hermanto menjelaskan, selain Muba dan Prabumulih yang belum memiliki Perda RTRW, ternyata Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Sumsel juga belum dimiliki. Penyebab dari belum terbentuknya Perda RTRW dan RUTR tersebut lantaran terkendala kawasan hutan.

“Sekarang semuanya lagi diurus, inilah kenapa kita mengadakan pertemuan hari ini (kemarin, red) dengan pihak kabupaten/kota se-Sumsel. Insya Allah, tahun ini semuanya bisa diselesaikan,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster