Palsukan Surat Tanah, Mantan Kades Dibekuk

 346 total views,  2 views today

  • Jual Lahan 32 Hektar

INDERALAYA – Mantan Kepala Desa (Kades), Kamal, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Haryono, ditangkap anggota Unit Pidana Khusus (Pidsus), Selasa (11/11), sekitar 01.00 WIB.

Mantan Kades periode 2003-2008 ini dibekuk lantaran telah membuat surat tanah jual beli palsu dan menjual tanah seluar 32 hektar yang berlokasi di Desa Talang Pangeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat OI kepada Hemanto, seorang pengusaha di Palembang, seharga Rp300 Juta.

Selain menangkap mantan kades, polisi juga menangkap dua rekannya yakni Abu Bakar dan Ishak, warga Talang Pangeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat.

Kini, ketiganya terpaksa meringkuk di balik jeruji besi Polres OI guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Infomasi yang didapat, ihwal terbongkarnya surat tanah palsu berawal di mana korban, Hermanto merasa janggal terhadap 19 surat tanah untuk lahan 300 hektar.

Merasa janggal, korban lalu memeriksa satu persatu surat jual beli tanah tersebut. Benar saja, jika surat jual beli tanah tersebut adalah palsu. Merasa ditipu, korban lalu melaporkan masalah tersebut ke Unit Pidsus Mapolres OI.

Setelah menerima bukti 19 surat tersebut, diyakini jika surat tersebut adalah palsu yang direkayasa oleh mantan kades. Hal itu juga diperkuat dengan hasil Lab Polda Sumsel, jika surat tersebut benar-benar palsu.

Petugas langsung meluncur dan menangkap mantan kades Kamal, Haryono di rumahnya. Selanjutnya, petugas langsung menangkap kedua rekan mantan kades tersebut.

Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasatres Iptu David Sidik didampingi Kanit Pidsus Ipda Sondi mengatakan, ketiga tersangka ditangkap lantaran memalsukan surat tanah dan menjual tanah seluas 300hektar.

“Transaksinya 32 hektar seharga Rp 300 juta. Sudah dibayar Rp 255 juta. Karena dilihat janggal, korban lapor polisi,” ungkapnya, Selasa (11/11), kemarin.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus menyelidiki kasus tersebut dan memeriksa saksi-saksi lainnya.”Kita akan terus selidiki. Tidak menutup kemungkinan bisa ada tersangka baru. Kita imbau kepada warga yang menjadi korban untuk segera melapor,” imbuhnya.

Sementara itu, Mantan Kades Kamal, Haryono mengakui, jika dirinya memalsukan surat dan menjual tanah.

“Ya, Pak, saya yang buat dan printnya. Stempel juga saya sudah buang di sungai,” akunya di Ruang Riksa Pidsus Polres OI.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster