Lima Saksi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Mesjid

 268 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

PAGARALAM – Setelah melalui proses pengusutan lebih lanjut terkait kasus proyek masjid yang menghabiskan uang negara sekitar Rp 5,12 miliar, akhirnya pihak Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam tetapkan 5 saksi menjadi tersangka dalam kasus ini, kemarin (11/11).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam Ranu Indra SH, melalui Kasi Intel Syahril Siregar SH didampingi Kasi Pidsus Noly Wijaya SH mengemukakan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap 5 saksi berikut audit BPKP maka tim ahli memenukan beberapa item kegiatan ditiga masjid tidak dikerjakan.

“Setelah lima saksi diperiksa lebih lanjut, hari ini mereka langsung kita tetapkan sebagai tersangka. Adapun para tersangka dimaksud, diantaranya tiga dari PNS yakni mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Kadinsosnaker), Yan Hepta, Hanafi selaku PPK, Arjoni selaku PPTK dari Dinas PU. Selanjutnya dari pihak pelaksana yakni Taufik dan Liki Aprila,” ujar Syahril kepada wartawan, kemarin.

Disinggung mengenai penahanan terhadap para tersangka, ia mengatakan, untuk sementara ini belum dilakukan penahanan karena beberapa tersangka tengah dimintai keteranagan.

“Ya, kita akan lihat nanti. Kalau mereka tidak kooperatif, akan langsung dilakukan penahanan,” bebernya.

Sedangkan peranan dua pelaksana (T dan LA) yakni sebagai kontrkator dari tiga perusahaan, diantaranya CV Limas Konstruksi yang mengerjakan masjid di simpang Padang Karet, CV Media Karya Cipta mengerjakan masjid di terminal Nendagung, dan CV Cik Ning mengerjakan masjid di Tanjung Cermin.

“Kedua tersangka dari pihak kontraktor ini berperan sebagai pelaksana berikut penaggung jawab. Sementara ketiga CV dimaksud statusnya pinjam atau kuasa direktur,” terangnya.

Adapun anggaran untuk pembangunan masjid di Terminal sekitar Rp 2,12 miliar, masjid di Simpang Padang Karet dan di Tanjung Cermin masing-masing sekitar Rp. 490 juta. Ia menjelaskan, untuk barang bukti penetapan kelima tersangka tersebut, dikuatkan dengan temuan tim ahli di tiga masjid dimaksud ada beberapa item yang tidak dikerjakan. Masjid Tanjung Cermin diantaranya, instalasi listrik tak dipasang, septic tank, tempat wudhu, rolaks tangga dan plester.

Selanjutnya masjid Terminal Nendagung, konstruksi lantai dua dinilai sangat berbahaya sebagai fasilitas umum (jamaah, red) karena lantainya goyang. Sedangkan masjid disimpang Padang Karet adanya kesalahan konstruksi seperti penggunaan besi.

“Meski begitu, untuk penetapan tersangka-tersangka lainnya tidak menutup kemungkinan akan bertambah,” bebernya.

Kendatian demikian kata Syahril, pada anggaran masjid ini masih menyisakan anggran yang belum dibayarkan.

“Kita targetkan akhir tahun 2014 sudah dilimpahkan ke pengadilan Tipikor untuk disidangkan di Palembang,” tegasnya.

 

TEKS       : ANTONI STEFEN
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster