Lahan Pembebasan Jalan Tol Palembang-Indralaya Tumpang Tindih

 913 total views,  2 views today

INDERALAYA – Pengguna jalan untuk menikmati jalan bebas hambatan (Tol-red), Palembang-Inderalaya sepanjang 22 kilometer tampaknya harus sedikit bersabar.

Pasalnya, proses pembangunan jalan tol tersebut akan sedikit tersendat lantaran adanya tumpang tindih kepemilikan lahan yang terkena imbas pembangunan jalan tol.

Hal itu dibuktikan dengan adanya 90 surat sanggahan dari warga usai Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kantor Wilayah (Kanwil), Sumatera Selatan (Sumsel), usai mengumumkan peta bidang dan daftar nominative terhadap lahan proyek jalan Tol Palembang-Inderalaya, selama 14 hari yang berakhir pada 24 Oktober lalu.

“Peta bidang dan daftar nominative yang diumumkan dengan masa tenggang 14 hari sudah berakhir 24 Oktober lalu, hasilnya sekitar 90 surat sanggahan yang masuk ke Kanwil BPN Sumsel,’’ ungkap Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jakun Edi, Selasa (11/11), kemarin.

Menurut Jakun Edi, dengan adanya sanggahan dari hasil pengumuman yang telah dilaksanakan, maka selanjutnya tim independen atau tim Apraisal akan melakukan verifikasi  dengan waktu selama 14 hari

untuk menentukan nilai ganti rugi atau pembebasan lahan tersebut.

“Yang menentukan nilai ganti rugi yakni tim apraisal, bila pemilik lahan sepakat, maka akan dibayar, sebalikhya bila tidak terjadi kesepatan melalui musyawarah atas lahan yang  tumpah tindih kepemilikan, maka akan diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN), dan silakan yang bersengketa untuk menyelesaikannya di PN, yang menang, silakan ambil uangnya di PN itu juga,’’ tutur Jakun Edi.

Jakun menambahkan, proyek jalan Tol Palembang-Inderalaya sepanjang 22 kilometer, di mana 7 km pembebasan lahannya sudah selesai dan tidak ada masalah lagi, sedangkan sepanjang 15 kilometer lagi, saat ini masih dalam proses untuk diselesaikan.

“Untuk itu, pihak Kanwil BPN Sumsel melalui Ketua Tim telah mengumumkan peta bidang dan daftar nominative terhadap lahan dengan masa waktu selama 14 hari dan berakhir pada 24 Oktober lalu dan saat ini tengah memasuki masa verifikasi,” ucapnya.

Penyebab belum selesainya pembebasan lahan tersebut, karena terjadi tumpang tindih kepemilikannya

”Kepemilikan surat tanah tumpang tindih, ada yang sama-sama memilik SPH, SKT, ada yang sama-sama mempunyai sertifikat tanah, Gambar Situasi (GS)  dan bermacam-macam persoalan. Untuk penyelesaian ganti rugi tersebut penyelesaiannya  melalui PN,” jelasnya.

Meski masih ada lahan warga yang belum selesai dibebaskan, sambungnya,  proyek jalan tol tetap berjalan.

“Jadi tidak ada istilah terhambat akibat belum tuntasnya pembebasan lahan tersebut,’’ pungkasnya.

 

Teks    : Junaedi Abdillah

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster